Kejari Lingga tetapkan dua tersangka korupsi dana hibah KONI

id Korupsi dana hibah koni kabupaten lingga

Kejari Lingga tetapkan dua tersangka korupsi dana hibah KONI

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengiring dua tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga, Kamis (30/5/2024). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan dua tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga.

"Kedua tersangka berinisial Ag selaku Ketua KONI dan Rs selaku Ketua Harian KONI Kabupaten Lingga. Penetapan keduanya berdasarkan hasil pemeriksaan berupa keterangan saksi dan alat bukti," kata Kepala Seksi Pidsus Kejari Lingga Senopati, di Lingga, Kamis.

Untuk selanjutnya, kata dia, kedua tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Adapun tindakan penahanan yang dilakukan merujuk pada Pasal 21 ayat (1) dan (4) KUHAP dengan pertimbangan syarat subjektif kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, lalu menghilangkan barang bukti serta dikhawatirkan mengulangi tindak pidana, dan secara objektif tindak pidana yang diancam pidana penjara selama 5 tahun atau lebih.

Senopati menjelaskan proses penyidikan terkait kasus ini masih terus berlangsung. Hingga saat ini, pihaknya telah memeriksa 52 saksi dan mendapatkan 174 item bukti petunjuk.

“Hasil pemeriksaan saksi dan data elektronik foto dan video bukti belanja berupa kuitansi atau bukti bayar oleh KONI Lingga pada pihak ketiga menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan bukti bayar yang dijadikan laporan SPJ oleh KONI ke Pemkab Lingga,” ungkap Senopati.

Tim penyidik tindak pidana khusus Kejari Lingga juga telah melakukan perjalanan ke Jakarta dan Bandung untuk mendapatkan keterangan dari pihak ketiga yang terlibat dalam kasus ini.

“Hasil BAP pihak toko pembelian elektronik yang diperoleh ternyata bukti bayar atau kuitansi yang dibuat KONI untuk pelaporan penggunaan dana hibah kepada Pemkab Lingga adalah palsu atau telah dipalsukan,” ujarnya.

Senopati menambahkan berdasarkan penghitungan sementara, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp546 juta dari total dana hibah yang diterima KONI Lingga selama dua tahun berjalan (2021-2022), yaitu sebesar Rp1,5 miliar.

Proses audit oleh BPKP Kepri masih berlangsung untuk memastikan jumlah kerugian negara yang lebih akurat.

"Kami akan membeberkan bukti-bukti ini di dalam fakta persidangan nanti," katanya menegaskan.

 

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE