
Polisi Selidiki Kelangkaan Solar di Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA News) - Kepolisian Kota Tanjungpinang menyelidiki kelangkaan solar bersubsidi di daerah tersebut selama dua pekan terakhir.
"Kami belum dapat menyimpulkan penyebabnya. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Kepala Bagian Operasional Polresta Tanjungpinang Kompol Prasetyo R Purboyo di Tanjungpinang, Selasa.
Kelangkaan solar terjadi di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanjungpinang.
Sejak dua pekan lalu, mulai pagi hingga menjelang sore hari, ratusan kendaraan roda empat yang menggunakan bahan bakar solar antre berjam-jam di SPBU.
Kelangkaan solar tersebut sekitar tiga bulan lalu juga terjadi. Namun kelangkaan solar tersebut tidak terjadi lagi setelah polisi menangkap beberapa pelaku penimbunan solar bersubsidi.
Terkait permasalahan itu, Prasetyo menduga kemungkinan kelangkaan solar bersubsidi saat ini bukan disebabkan penimbunan.
Kelangkaan solar, kemungkinan dapat terjadi karena penjualan solar bersubsidi ke pertambangan bauksit.
Modus penyalahgunaan solar bersubsidi, kemungkinan masih menggunakan cara lama yaitu dengan menggunakan tangki mobil yang telah dimodifikasi.
"Kami masih mendalami permasalahan itu. Berdasarkan hasil laporan intel, kami menduga kelangkaan solar bersubsidi terjadi karena dijual ke tempat penambangan bauksit tertentu," katanya.
Ia mengatakan, anggota intel Polresta Tanjungpinang telah ditugaskan menyelidiki kelangkaan solar sejak pekan lalu. Mereka mengawasi operasional seluruh SPBU di Tanjungpinang.
"Saat ini masih pengumpulkan data dan informasi, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah diketahui penyebabnya. Kami akan melakukan tindakan berdasarkan ketentuan yang berlaku," katanya.
(NP/M029)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
