
45 Persen Pulau di Kepri Tak Berpenghuni

Batam (ANTARA Kepri) - Sekitar 45 persen dari 2.408 pulau yang tersebar di Provinsi Kepulauan Riau tidak berpenghuni.
"Baru sekitar 55 persen di Kepri yang berpenghuni," kata Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani di Batam, Kamis.
Ia mengatakan sebagian dari pulau memang tidak bisa dihuni karena terdiri dari bebatuan dan tidak memiliki sumber daya untuk menunjang kehidupan.
"Bagaimana mau hidup di sana, tidak ada air tawar" kata Gubernur.
Terpencarnya pulau-pulau berpenghun di Kepri membuat pemerintah kesulitan melakukan pembangunan, kata Gubernur.
Terpencarnya masyarakat dari ujung utara hingga selatan Kepri membuat pembangunan terkendala masalah transportasi.
Meski begitu, Gubernur mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di pulau pesisir.
Pemerintah, kata Gubernur, melakukan beberapa upaya pengentasan kemiskinan, di antaranya bedah rumah masyarakat miskin dan terpencil dan penyaluran dana bergulir bagi usaha kecil menengah.
"Tahun ini saja, kami menyalurkan Rp57,2 miliar dana bergulir yang kami serahkan melalui UKM," kata Gubernur.
Di tempat terpisah, anggota Komisi I DPRD Kepulauan Riau Surya Makmur meminta pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama yang berada di perbatasan dengan provinsi lain dan negara lain.
"Jangan sampai kasus lepasnya Pulau Berhala dari Kepri berulang," kata Surya.
Badan Pengelolaan Daerah Perbatasan juga diminta untuk segera bekerja membuat strategi untuk menyejahterakan pulau-pulau terdepan Kepulauan Riau.
"BPDP jangan hanya memikirkan daerah terluar Indonesia, tapi bagaimana harus memberikan perhatian lebih kepada pulau-pulau yang berbatasan dengan provinsi lain," kata Surya.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, agar pulau-pulau terluar Kepri tidak "direbut" provinsi atau negara lain, maka pemprov harus melakukan percepatan pembangunan di daerah itu.
"Bangun infrastruktur berikan stimulans itu yang membuat masyarakat tidak mau pindah ke provinsi lain," kata dia.
Bila pemprov memberikan perhatian dalam bentuk pembangunan dan lainnya, maka masyarakat akan merasa memiliki ikatan hingga tidak mau pindah dari Kepri.
Pemprov, kata dia, harus mengalokasikan anggaran khusus untuk pulau-pulau terluar.
"Saat ini pulau-pulau terluar belum terperhatikan, belum ada anggarannya," kata dia.
(Y011/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
