
Shalat Id Batal Dilaksanakan di Engku Putri

Batam (ANTARA Kepri) - Shalat Idul Adha 1432 Hijriah di Kota Batam yang sedianya dilaksanakan di Lapangan Engku Putri batal karena hujan dan dialihkan ke Masjid Agung yang terletak tidak jauh dari lapangan.
"Suasananya tidak memungkinkan sehingga dialihkan ke Masjid Agung," kata Ketua Panitia Shalat Idul Adha Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Minggu.
Walaupun hujan, Minggu pagi masjid yang terletak di kompleks Pemerintahan Kota Batam tersebut tetap dipenuhi umat Islam yang mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB walaupun shalat baru dilaksanakan sekitar pukul 07.15 WIB.
Bertindak sebagai khatib dalam shalat tersebut Ustad Deden Sirajudin, sedangkan imam H Muslim Ahmad.
Dalam khutbah yang disampaikan ustad mengajak Umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT dengan cara berbagi dengan sesama.
"Hidup adalah perjuangan dan perjuangan membutuhkan pengorbanan," kata dia.
Salah satu bentuk pengorbanan, kata dia, ialah berbagi dengan sesama terutama bagi yang membutuhkan.
"Seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim Allaihissalam (AS) yang dengan rela mengorbankan anaknya Nabi Ismail AS sebelum diganti dengan seekor domba. Itu merupakan wujud totalitas keikhlasan dalam berjuang dan mencari ridho-Nya," tambah dia.
Ustad mengajak, bagi seluruh kaum muslimin untuk senantiasa menanamkan rasa berbagi dengan sesama agar kesenjangan diantara sesama manusia bisa dikurangi.
"Dengan berkurban dan berbagi akan mengakrabkan sesama umat Islam dan bisa mengurangi gesekan-gesekan yang mengakibatkan perpecahan," ujarnya.
Ketua panitia kurban Masjid Agung Batam Samujin mengatakan, pada Idul Adha 1432 Hijriyah/2011 ini, jumlah hewan yang disembelih di Masjid Agung Kota Batam berjumlah 111 korban. Terdiri 11 sapi, 100 kambing.
"Penyembelihan hewan kurban saat ini sudah dimulai dan menurut rencana akan dibagikan pada umat Islam Batam mulai Minggu sore," kata dia.
Samujin juga mengatakan, tahun ini Masjid Agung juga menyalurkan kurban seharga satu unta dan tiga domba ke Somalia.
"Kami hanya mentransfer uang, dan pengurus di sana yang menyediakan hewan kurbannya," kata Samujin.
(pso-292/N005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
