
Gubernur Kepri Harapkan PAUD Ajarkan Budi Pekerti

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengharapkan pendidikan anak usia dini sudah mulai mengajarkan budi pekerti dan akhlak mulia agar nantinya terdapat generasi yang memiliki etika dan berkarakter mulia.
"Pendidikan budi pekerti dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat penting, agar nanti terbentuk generasi penerus yang memiliki karakter dan beretika mulia," kata Muhammad Sani dalam pencanangan Bunda PAUD di Tanjungpinang, Jumat.
Sani menyebutkan, selain pendidikan budi pekerti dan akhlak mulia di sekolah bagi anak-anak usia dini tersebut, peran orang tua sangat diutamakan dalam membentuk karakter penerus bangsa itu.
"Orang tua harus berperan aktif, bukan hanya di sekolah agar apa yang diharapkan bisa terwujud," ujarnya.
Sementara itu, Kepala dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Yatim Mustafa mengatakan masa usia dini merupakan periode emas bagi perkembangan anak memperoleh pendidikan.
"Pada periode itu seorang anak bisa mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulan terhadap perkembangan kepribadian, psikomotorik, kognitif maupun sosialnya," ujar Yatim.
Menurut Yatim, perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu empat tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan pada kurun waktu 14 tahun, sehingga periode emas itu berpengaruh pada perkembangan pada periode berikutnya hingga masa dewasa.
"Masa emas itu hanya datang sekali, apabila terlewat berarti habislah peluangnya. Untuk itu pendidikan untuk usia dini dalam bentuk pemberian rangsangan-rangsangan dari lingkungan terdekat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan anak," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mendaulat Aisyah Sani sebagai Bunda PAUD Provinsi Kepri.
Aisyah Sani dalam sambutannya berjanji untuk bekerja keras meningkatkan PAUD sehingga nantinya Kepri akan memiliki generasi-generasi emas di masa mendatang.
"PAUD penting untuk menentukan kemajuan pembangunan di generasi mendatang," kata Aisyah Sani.
(pso-029/R010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
