Logo Header Antaranews Kepri

Pastor Bersyukur Pengamanan Natal Tidak Mencolok

Minggu, 25 Desember 2011 12:45 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pastor Aurelius Pati Soge SVD menyatakan bersyukur perayaan Natal 2011 di Gereja Katolik Santo Arnoldus, Batam, Kepulauan Riau, selain berjalan khidmat, petugas kepolisian pun tidak mencolok dalam menjaga keamanan lingkungan tempat ibadah.

"Saya mengapresiasi kepolisian yang tetap menjaga keamanan ibadah pada malam dan hari Natal tanpa terkesan 'memagari' karena kali ini melakukannya antara lain dengan berpakaian sipil dan tanpa peralatan pendeteksi logam sehingga lebih nyaman bagi umat," kata Aurelius seusai memimpin Misa Natal 2011, Minggu.

Umat gereja itu sebagian besar kaum ekspatriat yaitu warga negara asing terutama dari Filipina, India, Singapura, Korea selatan, Amerika Serikat dan dari beberapa negara Eropa.

Pengamanan ketat secara terbuka bahkan dengan penggeledahan tas serta pemindaian dengan "metal detector" pernah dialami umat saban menjelang ibadah Natal dan Paskah setelah teror malam Natal 2000 di Pulau Jawa juga melanda beberapa gereja di Batam.

"Syukurlah tensi ketegangan sekarang mereda. Umat lebih nyaman beribadah," kata pastur yang karena hujan sejak pagi menunda awal misa atau kebaktian hingga seperempat jam menjadi pukul 10.15 WIB.

Kurang lebih 200 orang mengikuti Misa Natal di gedung Gereja Katolik Santo Arnoldus, Bukit Indah, Suka Jadi, Batam, yang berkasitas 400 tempat duduk karena banyak di antara ekspatriat yang pulang ke masing-masing negeri untuk liburan Natal 2011 dan Tahun Baru 20012.

Menurut Aurelius, dalam merayakan Natal, umat mendermakan pakaian untuk kanak-kanak serta sembilan bahan pokok seperti beras, gula pasir, susu, dan minyak goreng untuk dibagikan kepada keluarga-keluarga yang dianggap berkekurangan secara ekonomi.

"Ada 400 paket yang kami bagikan kepada kepala-kepala keluarga di Tanjunguncang, Tanjunguma, Sekupang dan Bengkong, Jumat kemarin, "katanya.

Penghimpunan derma berupa barang dan pendistribusiannya kepada kaum papa tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras dan antargolongan, menurut Pastur Aurelius, sejalan dengan makna sejati Natal yaitu Yesus dilahirkan dalam kesederhanaan untuk menunjukkan solidaritas pada kaum terpinggirkan.

Berderma, katanya, lebih penting daripada merayakan Natal dengan pernak-pernik kemewahan dan konsumerisme.

Perayaan hari Natal di Batam pada Minggu pagi diselimuti mendung dan hujan yang berselang-seling turun sejak Sabtu malam.

Di halaman Gereja Katolik Santo Petrus, Lubuk Baja, didirikan beberapa tenda dan dipajang sebuah papan bunga berisi ucapan selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 dari Gubernur kepulauan Riau HM Sani.

Kebaktian Natal di Huria Kristen Batak Protestan, juga di Lubuk Baja, dipimpin Pendeta JR Sitorus pada pagi hari, kemudian pada siangnya dilanjutkan dengan ibadah Perjamuan Kudus.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026