
Hujan Badai Hanyutkan Sampan Nelayan Kundur

Karimun` (ANTARA Kepri) - Hujan lebat disertai badai yang melanda perairan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengakibatkan sarana tangkap berupa sampan dan jaring nelayan Sawang Laut rusak dan hilang, Minggu.
"Kejadiannya pada Minggu dinihari. Belasan nelayan sempat berupaya menyelamatkan sampan mereka namun terbentur hujan dan badai," kata Suprianto, sekretaris Kelompok Nelayan Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Suprianto mengatakan dari sekitar 20 sampan yang terseret ombak dan angin kencang, lima di antaranya rusak berat termasuk mesinnya karena terendam air laut.
"Sekitar 15 sampan rusak ringan dan berhasil ditarik ke pantai. Namun seluruh jaring ikan yang berada di atas sampan hilang terseret arus," ucapnya.
Dia memperkirakan kerugian yang diderita nelayan mencapai puluhan juta rupiah.
"Nelayan tidak bisa menangkap ikan karena jaring mereka hilang. Untuk membeli kembali akan kesulitan karena sejak sebulan ini penghasilan dari menangkap ikan menurun tajam," ucapnya.
Menurut dia, kondisi cuaca di laut dalam beberapa pekan ini tidak menentu dan sering diterjang angin kencang yang memicu gelombang besar.
"Jangankan menangkap ikan di laut lepas, di pinggir pantai saja sulit karena khawatir sampan tenggelam. Lagi pula ikan sulit didapat saat musim badai seperti sekarang," ucapnya.
Dia mengharapkan pemerintah daerah memberikan bantuan kepada para nelayan agar bisa kembali menangkap ikan.
Banjir
Hujan lebat yang mengguyur sejak Sabtu (24/12) juga mengakibatkan sejumlah desa di Pulau Kundur banjir, termasuk Desa Sawang dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter.
"Di laut nelayan sulit menangkap ikan, sedangkan di darat lahan perkebunan terendam air," kata tokoh masyarakat Kundur, Raja Zuriantiaz.
Banjir juga menggenangi ratusan rumah di Desa Sungai Sebesi, Desa Tanjung Sari, Desa Kebun Pinang dan Desa Sungai Ungar.
"Banjir terparah terjadi di Tanjung Sari, ketinggian air mencapai 1,5 meter tadi pagi," kata anggota DPRD Karimun dari daerah pemilihan Kundur, Muhammad Asyura.
Sementara itu, Bupati Karimun Nurdin Basirun langsung turun meninjau daerah yang terkena banjir. Pemerintah bersama warga setempat mendirikan sedikitnya delapan posko untuk menampung korban banjir.
(pso-028/A013)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
