
Penumpang Dumai Express Panik Air ke Atas Kapal

Karimun (ANTARA Kepri) - Beberapa penumpang Dumai Express 5 tujuan Batam mengaku panik dan memakai jaket pelampung karena air laut ke atas kapal yang harus berbalik arah ke Tanjung Balai Karimun akibat dihantam gelombang besar, Sabtu petang.
"Saya dan beberapa penumpang berada di bagian atas kapal karena tidak kebagian tempat duduk. Air laut sampai ke atas karena saking tingginya gelombang. Kami panik dan langsung mengenakan jaket pelampung untuk berjaga-jaga," kata Hendri, seorang penumpang asal Buton, Pekanbaru, Riau setiba di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun, Sabtu malam.
Hendri berpegangan pada pagar besi di pinggir kapal agar tidak terjatuh saat kapal terombang-ambing dengan kemiringan yang cukup tajam.
"Kami perkirakan ketinggian gelombang mencapai dua meter. Kapal tidak bisa melaju karena oleng," ucapnya.
Sebagian penumpang, lanjut dia, sempat histeris namun pihak awak kapal berusaha menenangkan sambil mengatakan kapal akan kembali ke Karimun.
"Ini pengalaman menakutkan apalagi saya sempat teringat dengan peristiwa tenggelamnya Dumai Express 15 beberapa waktu lalu. Kami hanya bisa berdoa agar tidak terjadi musibah," ucapnya.
Linda, penumpang asal Tanjung Balai Karimun mengatakan, ia, suami dan dua anaknya yang duduk di kursi ruangan bagian belakang tidak bergeming dari tempat duduk karena tegang saat kapal oleng.
"Kepala jadi pusing dan perut mual akibat kapal oleng. Kedua anak saya menangis dan saya peluk erat-erat, sedangkan bapak berusaha menghibur sambil meminta untuk terus berdoa," ucapnya.
Menurut dia, gelombang besar mulai muncul hampir 45 menit perjalanan. Kapal berangkat sekitar pukul 17.15 WIB dari pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun.
"Waktu mau berangkat memang ada beberapa orang yang sempat mengatakan kapal belum tentu berangkat. Namun, kami tidak menduga perkataan orang itu terkait dengan cuaca di laut yang sedang buruk. Ombak besar muncul mungkin akibat pergantian musim, apalagi gelombang di perairan Takong Hiu sedang bergelora," ucapnya.
Diberitakan, MV Dumai Express 5 asal Buton transit di Tanjung Balai Karimun setelah hujan lebat mengguyur yang memicu ombak besar dan berkabut.
Kepala Seksi Penjagaan dan Keselamatan Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Muas Effendi yang turut menumpang kapal tersebut mengatakan pihaknya memerintahkan nakhoda untuk kembali ke Karimun karena ketinggian gelombang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
"Saya perintahkan nakhoda untuk kembali, apalagi jumlah penumpang terlalu ramai," ucap Muas.
(RD/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
