Logo Header Antaranews Kepri

BNPP Kepri: Pengelolaan Perbatasan Belum Fokus

Minggu, 29 Januari 2012 01:07 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Provinsi Kepulauan Riau menilai upaya pemerintah dalam mengelola perbatasan belum fokus sehingga masih tertinggal dengan daerah lain.

"Banyak program dari pemerintah untuk perbatasan, namun tidak fokus dan berkesinambungan. Sehingga hasil dari program tersebut tidak begitu nyata," kata Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Buralimar selaku narasumber dalam Sarasehan Wawasan Kebangsaan yang digelar oleh Komunitas Merah Putih, di SMK Negeri VI Batam, Nongsa, Sabtu.

Ia mengatakan, kendala terbesar dalam menjaga keutuhan Indonesia di perbatasan ialah program yang tidak berkesinambungan serta pengaruh politik.

"Setiap ganti pimpinan kebijakannya juga berganti. Sehingga program lama yang seharusnya mulai menampakkan hasil dirombak dengan program baru. Hal tersebutlah yang menjadi penghambat," kata dia.

Bila program pemerintah fokus, kata dia, maka daerah-daerah perbatasan akan lebih maju seperti daerah lain termasuk pada 19 pulau di Provinsi Kepri yang berbatasan dengan negara lain pasti sudah jauh lebih maju.

Trisno Aji Putra, Dosen Universitas Negeri Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang yang juga sebagai narasumber mengatakan ada dua hal yang harus dilakukan pemerintah untuk menjaga keutuhan Indonesia (NKRI) pada wilayah perbatasan.

Menurutnya, cara yang paling tepat untuk meningkatkan rasa nasionalisme ialah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan di perbatasan.

"Sebuah perbatasan yang sejahtera akan menjadi pekarangan kokoh suatu bangsa. Kalau daerah perbatasan miskin akan mudah pengaruh negatif masuk dan menyebabkan konflik," kata dia.

Hal tersebut, kata dia, seharusnya membuat pemerintah pusat lebih memperhatikan masyarakat perbatasan demi NKRI.

Ketua Komunitas Merah Putih Suprapto mengatakan, seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kebangsaan masyarakat yang berada di kawasan perbatasan.

"Pemasalahan perbatasan dapat kita temui dari sejumlah hal. Baik dari sisi sosial budaya, ekonomi, pendidikan, dan pertahanan. Kepri secara geografis sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Karena itu, kegiatan penguatan wawasan kebangsaan perlu dicetuskan kembali sehingga masyarakat tahu jati dirinya sebagai sebuah negara yang berdaulat, yaitu NKRI," kata dia.

Ia mengatakan, rasa nasionalisme harus kembali digelorakan pada pelajar agar rasa nasionalisme pada masyarakat tidak luntur dengan pengaruh asing yang masuk.

Dalam kesempatan tersebut, Komunitas Merah Putih juga memberikan 20 beasiswa pada pelajar SMK VI Batam yang berasal dari keluarga kurang mampu agar mampu menyelesaikan pendidikan.

(KR-LNO/E010)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026