Logo Header Antaranews Kepri

Buruh Sanmina Batam Ancam Terus Mogok Kerja

Jumat, 24 Februari 2012 19:53 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Ratusan buruh PT Sanmina-SCI di Kawasan Industri Batamindo, Batam, Kepulauan Riau mengancam akan terus mogok kerja dan melakukan aksi unjuk rasa sampai tuntutan uang perumahan dan pemecatan manajer HRD perusahaan tersebut dikabulkan manajemen.

Ancaman terus mogok buruh disampaikan Ketua Pengurus Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK-FSPMI) Sanmina-SCI Batam, Darma Juwono di Batam, Jumat.

Dikatakan, hal tersebut dilakukan karena hingga hari ketiga aksi mogok kerja dan unjuk rasa tidak ada tanda-tanda manajemen mengabulkan permintaan uang perumahan Rp300 ribu - Rp700 ribu dan pemecatan manajer HRD yang mereka anggap melakukan diskriminasi terhadap pekerja lokal.

"Aksi ini tidak akan berhenti sampai manajemen mengabulkan tuntutan uang perumahan dan pemecatan Manajer HRD," kata dia.

Koordinator aksi, Hendra mengatakan, sebelum melakukan aksi telah berupaya melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan, namun tidak pernah ada tanggapan hingga saat mereka melakukan unjuk rasa pada Kamis (23/2) manajemen menaikkan upah sundulan (kenaikan upah bagi karyawan dengan masa kerja di atas satu bulan sesuai dengan kenaikan UMK) dari Rp222 ribu menjadi Rp272 ribu.

"Kami menolak hal tersebut. Tuntutan kami tetap pemberian tunjangan perumahan dan pemecatan manajer HRD," kata Juwono.

Ia mengatakan, pada Sabtu (25/2) akan melakukan aksi mogok kerja di dalam perusahaan, sementara mulai Senin pekan depan jika tuntutan mereka belum dikabulkan akan berunjuk rasa di depan gerbang perusahaan.

"Apapun yang terjadi, kami akan perjuangkan tunjangan uang perumahan dan pemecatan manajer HRD," kata dia.

Sejak Rabu (22/2) hingga Jumat siang, ratusan karyawan Sanmina-SCI melakukan aksi di depan gerbang perusahaan namun tidak mendapat tanggapan dari manajemen.

Pada Jumat pagi, sempat terjadi kericuhan saat ratusan buruh berupaya merangsek masuk ke perusahaan dan mencari manajer HRD dan memaksa mengundurkan diri, namun upaya tersebut gagal karena setelah beberapa buruh masuk langsung dihalau keluar oleh puluhan polisi yang telah berjaga-jaga.

Mereka juga berupaya mengepung perusahaan dengan harapan manajer HRD tidak melarikan diri melalui pintu belakang sebelum akhirnya sekitar pukul 15.00 WIB mereka membubarkan diri.

(KR-LNO/M019)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026