
Kenaikan BBM Picu Inflasi jadi 4,6 Persen

Batam (ANTARA Kepri) - Kantor Bank Indonesia Batam memprediksi, kenaikan harga bahan bakar minyak yang direncanakan pemerintah akan memicu inflasi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi 4,6 persen.
"Kenaikan BBM direncanakan hingga 30 persen, kalau hitung kasar, kenaikan inflasi juga 30 persen menjadi 4,7 persen," kata Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Batam Uzersyah di Batam, Jumat.
Ia mengatakan inflasi year on year Kota Batam pada 2011 sekitar tiga persen.
Kepala Kantor Bank Indonesia Batam Elang Tri Praptomo mengatakan akselerasi inflasi di kawasan Batam mencapai sekitar empat persen jika dihitung dari rencana kenaikan BBM dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter.
"Kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp4.500 naik menjadi Rp6.000 pasti akan mempengaruhi inflasi. Angka inflasi bisa naik 30 persen juga," kata dia.
Menurut dia, kenaikan harga BBM pasti memicu peningkatan inflasi karena penggunaan BBM mempengaruhi banyak sektor.
Pada Januari 2012, Inflasi yoy Batam mencapai 3,43 persen, di bawah level nasional sebesar 3,65 persen.
Catatan BI Batam menyebutkan, dari 16 kota di Sumatera, realisasi inflasi Kota Batam merupakan ke empat terendah setelah Kota Aceh, Palembang dan Dumai.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan kenaikan bahan bakar minyak akan dipastikan usai menggelar rapat dengan DPR RI pada Selasa (28/2).
"Soal kenaikan (BBM) itu kita tunggu setelah ketemu dengan DPR, Selasa nanti," kata Wakil Menteri ESDM Widjojono Partowidagdo.
Kepastian mengenai kenaikan harga BBM semakin kuat, alasannya pemerintah beranggapan kenaikan tersebut merupakan salah satu cara untuk mendongkrak daya saing bahan bakar gas (BBG) dengan BBM.
"Maka subsidi harga BBM harus dikurangi," katanya.
Menurutnya, kenaikan BBM tersebut akan berpengaruh positif bagi upaya konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).
"Kalau naik 'kan bagus karena gas tidak akan berkembang jika tak naik karena nggak kompetitif," katanya.
Dikatakan Widjojono, rencananya kenaikan yang akan diajukan terdiri dari berbagai opsi yakni Rp500, Rp1.000 dan Rp1.500.
(Y011/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
