
Wali Kota: Kependudukan Masalah Utama Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan menyatakan belum mampu mengatasi masalah kependudukan di kota industri itu terhadap warga pendatang tanpa keahlian.
"Batam masih menjadi pilihan masyarakat daerah lain untuk mencari kerja. Namun dari sekian banyak warga yang datang mencari kerja, hanya sebagian yang memiliki keahlian. Sebagian besar lainnya tidak memiliki keahlian dan akhirnya menjadi pengangguran," kata Dahlan di Batam, Jumat.
Ia mencontohkan setiap kali pemerintah setempat membuka bursa sebanyak 5.000 lowongan kerja setiap tahun, hanya sebagian kecil saja yang terisi.
"Rata-rata 2.000-3.000 lowongan saja yang terisi walaupun pelamarnya banyak. Sisanya tidak terisi karena rata-rata pelamar tidak memiliki keterampilan yang sesuai," kata dia.
Selain itu, kata dia, banyak lowongan kerja dari perusahaan-perusahaan di Batam yang juga tidak terisi oleh pencari kerja.
"Keterampilan masih menjadi masalah yang membuat mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan, sehingga menimbulkan maslah sosial di Batam.
Ia menyatakan, sekeras apapun pemerintah Batam mengupayakan penanggulangan kemiskinan bila pendatang tanpa keterampilan masih banyak tidak akan memberikan dampak yang signifikan.
"Bila dibanding daerah lain, angka penduduk miskin Batam cenderung susah turun. Karena, ketika program pemerintah dalam mengatasi kemiskinan digulirkan, penduduk lain datang dan menambang angka kemiskinan," kata Dahlan.
Angka pertumbuhan penduduk di Batam setiap tahun berkisar sekitar delapan persen jauh diatas rata-rata nasional. Pemerintah Kota Batam menyebut, pertumbuhan tersebut didominasi dari angka urbanisasi.
"Kami akan berupaya mencari celah agar penduduk yang masuk ke Batam bisa dibatasi, atau setidaknya hanya penduduk yang terampil yang datang ke Batam," katanya.
(KR-LNO/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
