
Hasyim Djalal: Kepri Perlu Kembangkan Energi Laut

Batam (ANTARA Kepri) - Provinsi Kepulauan Riau perlu mengembangkan energi laut sebagai energi terbarukan, kata pengamat maritim Hasyim Djalal.
"Di daerah ini, perlu dikembangkan 'ocean energy'. Potensinya sangat bagus di sini," katanya dalam Seminar Menuju Pelaksanaan ASEAN Konektivitas 2015, di Batam, Senin.
Ia mengatakan Kepri memiliki banyak selat, yang memungkinkan pengembangan "ocean energy".
Di selat, kata dia, terdapat banyak arus laut yang bisa dimanfaatkan menjadi energi terbarukan.
Dengan "ocean energy", kata dia, Kepri dapat menanggalkan ketergantungannya kepada bahan bakar minyak dan gas bumi.
"Ocean Energy" juga patut dikembangkan negara-negara ASEAN dalam ikatan ASEAN Konektivitas.
"'Ocean energy' di kawasan kepulauan ASEAN bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi," katanya.
General Manager Kawasan Industri Batamindo Investment Cakrawala (BIC) berencana untuk mengembangkan bahan bakar biogas sebagai pembangkit listrik pada 2013.
"Satu sampai dua tahun lagi, bahan bakar "giant king grass" akan digunakan," kata General Manager BIC John Sulistiawan.
Biogas untuk menghemat bahan bakar gas yang selama ini digunakan. Dari segi biaya, penggunaan "giant king grass" lebih murah, selain itu ramah lingkungan. "Untuk lingkungan bersih dan hemat gas," kata dia.
Saat ini, BIC menanam "giant king grass" di Pulau Bulan dan Pulau Bintan.
(Y011/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
