
Tanjungpinang Berupaya Atasi Kemacetan Jalan

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau berupaya mengatasi kemacetan jalan raya dan menyiapkan lahan parkir yang memadai.
"Permasalahan penting yang harus diselesaikan adalah kemacetan lalu lintas yang disebabkan ruas jalan yang kurang memadai dan lahan parkir yang terbatas," ujar Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Murshalli saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional, Senin.
Ia mengemukakan, kemacetan lalu lintas terjadi seiring dengan laju perkembangan Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Pertumbuhan penduduk dan perekonomian menyebabkan jumlah kendaraan roda dua dan empat bertambah pula.
Kondisi itu menyebabkan Tanjungpinang membutuhkan penambahan ruas jalan dan pengaturan area parkir di dalam kota.
"Perlu diperhatikan penambahan ruas jalan dan pengaturan lahan parkir guna menunjang sarana transportasi baik kendaraan pribadi, kendaraan angkutan barang, dan kendaraan umum lainnya," katanya.
Edward mengemukakan, kemacetan lalu lintas adalah persoalan serius yang harus segera dicari solusinya, meski tidak mudah untuk diselesaikan mengingat Tanjungpinang merupakan kota kecil yang kegiatan ekonominya masih bertumpuh di lokasi Jalan Merdeka, Jalan Pos, Jalan Pasar Baru dan Jalan Tengku Umar.
Dengan jumlah pertambahan kendaraan bermotor yang masuk setiap tahunnya terlalu banyak menjadikan tidak adanya keseimbangan dengan ruas jalan yang ada.
"Maka dari itu perlu dilakukan perubahan lokasi bongkar muat mobil box, 'pick up' serta pengaturan truk masuk ke jalan tersebut," ujar Edward lagi.
Menurut dia, kemacetan yang terjadi biasanya disebabkan terlalu banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan. Untuk itu harus bekerja sama dengan pihak swasta dan pemilik lahan serta memberi peluang untuk membangun areal perparkiran di kota ini.
"Untuk meminimalkan permasalahan tersebut, pada kesempatan ini saya meminta kepada seluruh SKPD terkait agar dapat meningkatkan koordinasi dan saling bekerja sama menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kota ini," katanya.
(KR-NP/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
