
Kapolda: Polisi Belum Terbukti Terlibat Penimbunan Solar

Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Brigjend Pol Yotje Mende mengatakan belum ada anggota Polri yang terbukti terlibat dalam penimbunan solar bersubsidi.
"Belum ada yang terbukti terlibat," kata Kapolda usai Apel Siaga kesiapan pengamanan kenaikan harga BBM di Batam, Senin.
Kapolda mengatakan mendengar kabar keterlibatan beberapa anggota Polri yang terlibat dalam penimbunan solar bersubsidi. Namun, belum ada yang terbukti dan tertangkap tangan.
"Saya dengar ada satu atau dua orang, tapi itu perlu pembuktian," kata Kapolda.
Isyu yang ia dengar, oknum polisi di Tanjungpinang terlibat dalam penimbunan BBM. "Di Tanjungpinang ya, bukan Batam," kata Kapolda.
Ia mengatakan, pernah dalam suatu penggrebekan, polisi menangkap masyarakat yang menimbun solar. Namun masyarakat mengaku dibekingi aparat TNI dan polisi. "Tapi itu perlu pembuktian," kata dia.
Mengenai anggota TNI yang terbukti terlibat penimbunan, ia mengatakan polisi serahkan kepada pihak TNI.
"Sudah proses, kami serahkan ke TNI karena berlaku UU TNI," kata dia.
Sebelumnya, Polresta Batam Rempang Galang (Barelang) melakukan penggerebekan terhadap gudang penimbunan bahan bakar minyak berisi sekitar 15 ton solar yang terletak di Tanjung Harapan, Sekupang.
Kepala Unit Buru Segap Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Iptu Andi Sopphian di Batam mengatakan solar tersebut ditampung dalam 22 drum berkapasitas 205 liter, 19 jerigen berkapasitas 35 liter serta tujuh tangki masing-masing 1.000 liter.
"Barang bukti kami amankan. Kami juga menangkap DH diduga pemilik dan DR yang diduga anak buah. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan belum selesai," kata dia.
Andi mengatakan, DH mengaku menampung solar sejak 2 Maret 2012, lalu. Solar itu dibeli dari masyarakat di sekitar kawasan industri di Sekupang.
(Y011/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
