
Puluhan Pekerja Nutune Histeris Tuntut Pesangon

Batam (ANTARA Kepri) - Puluhan pekerja PT Nutune berteriak histeris, menangis hingga pingsan menuntut pesangon, Selasa.
"Ada tiga orang yang pingsan karena histeris," kata Ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Metal Indonesia, Iqbal, di Batam.
Tiga pekerja, di antaranya Litna S dan Lili pingsan setelah menangis dan berteriak.
Sekitar 200 pekerja PT Nutune menuntut pesangon N+3. Sementara perusahaan hanya menyanggupi N+2.
Ratusan pekerja berjaga-jaga di depan pabrik untuk mencegah pengusaha membawa ke luar aset-aset.
"Pekerja tidak mau perusahaan membawa aset keluar hingga surat perjanjian bersama yang menyatakan pesangon N+3 disepakati," kata dia.
Ia mengatakan, manajemen boleh membawa aset ke luar asalkan permintaan pekerja dipenuhi.
Menurut dia, sebenarnya manajemen sudah menyepakati pembayaran pesangon N+3, namun komitmen tidak dipegang.
"Kami ingin manajemen memegang komitmen," kata dia.
Kepada pekerja, manajemen PT Nutune menungkap terpaksa tutup karena merugi.
Padahal, kata Iqbal, belum ada audit dari pihak indipenden yang menyatakan rugi.
"Kalau memang tutup karena rugi, kami terima, tapi audit independen," kata dia.
Jika sudah ada audit independen, maka seharusnya putusan besaran pesangon bisa merunut pada UU Ketenagakerjaan. Sebaliknya, jika belum ada audit independen, maka besaran pesangon ditentukan bersama, cerita Iqbal.
(Y011/I006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
