
400 Demonstran Merangsek Masuk Gedung DPRD Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Sekitar 400 orang pengunjuk rasa penolak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi merangsek masuk ke Gedung DPRD Batam, selepas waktu shalat Jumat.
Pendemo masuk hingga berjarak sekitar dua meter dari pintu Gedung DPRD yang terbuat dari kaca.
Pengunjuk rasa datang bergelombang seusai shalat Jumat.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa Suprapto meminta anggota DPRD Kota Batam segera mengirimkan faksimili penolakan ke DPR RI yang tengah rapat paripurna tentang opsi rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
"Kami minta DPRD mengirimkan faks bahwa Batam menolak kenaikan harga," kata dia.
Namun jika pemerintah terpaksa menaikkan harga, maka pengunjuk rasa meminta pemerintah membuat pengecualian untuk Kota Batam.
Sebelumnya, Ketua LSM Gebrak Uba Ingan Singgalingging mengatakan seharusnya Batam mendapat perlakuan berbeda karena warga tidak memperoleh subsidi air dan listrik.
"Air dan listrik Batam tidak mendapatkan subsidi, karena dikelola swasta," kata dia.
Karena itu, kata dia, selayaknya Batam mendapat pengecualian dalam pengurangan subsidi BBM.
(Y011/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
