
Kapolres Karimun Harapkan Tidak Ada Penimbun BBM

Karimun (ANTARA Kepri) - Kepala Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, AKBP Benyamin Sapta menyatakan jajarannya belum menemukan penimbun bahan bakar minyak bersubsidi dan berharap tidak pernah ada terkait dengan rencana pemerintah menaikkan harga komoditas itu per awal April.
"Tidak ada dan kami harapkan itu tidak terjadi. Kalau kami temukan akan ditindak tegas sesuai hukum," katanya seusai menghadiri rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Karimun, Jumat.
Pihaknya sejak dua pekan lalu melakukan langkah antisipasi mencegah penimbunan BBM terkait dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada 1 April nanti.
"Beberapa polisi berpakaian dinas sudah ditempatkan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), stasiun pengisian bahan bakar terapung (SPBB), agen premium minyak subsidi (APMS) untuk memantau distribusi BBM bersubsidi," ucapnya.
Pengawasan pada SPBU, SPBB dan APMS menurut dia difokuskan untuk memantau oknum yang membeli BBM bersubsidi dengan tujuan untuk penimbunan.
"Kami akan pastikan bahwa pembelian BBM hanya untuk kendaraan, bukan ditimbun. Petugas juga kami perintahkan untuk mewaspadai warga yang membeli BBM berkali-kali," katanya.
Selain mengerahkan polisi berpakaian dinas, pihaknya juga menggelar operasi tertutup dengan melibatkan seluruh satuan dan fungsi, baik Satuan Reserse dan Kriminal maupun intelijen untuk mengawasi pendistribusian BBM.
"Kami berharap tidak ada spekulan atau pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan rencana kenaikan BBM untuk melakukan penimbunan," katanya.
Sementara itu, pada SPBU Jalan Poros, sejumlah polisi dikerahkan untuk mengawasi penjualan solar maupun premium kepada warga masyarakat.
Pada Kamis (29/3) malam, polisi sempat mencurigai seorang pengendara sepeda motor karena membeli premium beberapa kali di saat hampir seratus warga sedang antre membeli premium di SPBU satu-satunya di Pulau Karimun Besar tersebut.
(KR-RDT/A013)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
