
PSGMKI Kecam Tindakan Polisi Pukul Mahasiswa

Batam (ANTARA Kepri) - Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia mengecam tindakan polisi yang diduga memukul beberapa anggota GMKI usai berunjuk rasa di Salemba, Kamis (30/3).
"Kami mengecam tindakan aparat kepolisian yang tidak proporsional dan tidak profesional," kata Ketua PSGMKI Provinsi Kepulauan Riau Onward Siahaan di Batam, Minggu.
Ia mengatakan dari laporan PSGMKI di Jakarta, seorang mahasiswa, Eddy Simamora dipukul anggota kepolisian berseragam hingga kepalanya bocor.
"Eddy sampai harus dirawat di RS Cikini gara-gara kepalanya bocor," kata Onward.
Perkumpulan Senior GMKI, kata dia, sangat prihatin dan menyesal tindakan aparat dalam mengamankan unjuk rasa.
"Kami juga meminta Presiden dan Kapolri menindak tegas aparat yang terbukti berbuat di luar prosedur," kata pria yang juga anggota DPRD Kepulauan Riau.
Selain itu, para senior juga meminta Komisi Hak Asasi Manusia turun untuk mengevaluasi dan melihat kemungkinan pelanggaran HAM.
Mengenai tudingan provokator yang diarahkan kepada mahasiswa, ia meminta polisi membuktikan.
Menurut dia, GMKI selalu mengajarkan tidak berbuat anarkis. Terbukti dari setiap unjuk rasa yang dilakukan tidak berakhir bentrokan.
"Kalau memang ada anggota GMKI yang terbukti sebagai provokator, saya siap menggantikan dia di penjara. Karena sebagai senior, saya berarti gagal dalam pengkaderan," kata dia.
Berdasarkan laporan yang ia terima, 17 orang anggota GMKI termasuk ketua umum Johni Rahmat sempat ditahan aparat kepolisian selama 20 jam.
Selain Ketua Umum GMKI, anggota lain yang ditahan antara lain Kabid Pengkaderan Narno, Sekretaris Bidang Perempuan Sherly Watimena dan Jimmy Tampubolon.
(Y011/Y008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
