
BMPS Batam Sayangkan Listrik Padam saat UN

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam, Kepulauan Riau, menyayangkan aliran listrik padam pada saat Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat berlangsung.
"Kami sangat menyayangkan pemadaman listrik yang terjadi saat UN. Apalagi alasannya pemeliharaan," kata Ketua BMPS Kota Batam, Imbalo Iman Sakti di Batam, Selasa.
Ia mengatakan, selama dua hari penyelenggaraan UN tingkat SMA dan sederajat terjadi pemadaman aliran listrik oleh PT Pelayanan Listrik Nasional (B'right PT PLN Batam), anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
"Kalau pemeliharaan jaringan seharusnya bisa dilakukan setelah ujian atau pada hari-hari lain. Bukan saat ujian berlangsung," kata dia.
Imbalo mengatakan pemadaman ini sangat mengganggu konsentrasi siswa-siswinya dalam hadapi ujian. Ini juga mengakibatkan ketidaknyamanan bagi siswa dan guru saat di ruangan.
"Padahal sejak awal pihak sekolah sudah meminta agar selama UN tidak ada pemadaman bergilir akibat pemeliharaan jaringan," kata dia.
Petir
Senior Communication Manager b'right PLN Batam, Agus Subekti mengatakan padamnya listrik pada Selasa siang diakibatkan transmisi 150 kV jalur Baloi ke Batubesar tersambar petir.
"Hari ini ada transmisi yang tersambar petir saat terjadi hujan lebat disertai petir," kata dia.
Namun, kata dia, setelah kejadian tersebut perbaikan langsung dilakukan dan tidak memakan waktu lama listrik sudah kembali menyala.
"Padamnya listrik ini terjadi pada pukul 10.24 WIB dan pemulihan bertahap sudah dilakukan. Pada pukul 10.35 WIB sebagian wilayah sudah normal kembali," kata Agus.
Agus mengatakan, PLN tetap berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan UN walaupun pada beberapa titik memang harus terjadi pemadaman yang jadwalnya telah disesuaikan.
"Setiap daerah hanya mengalami satu kali pemadaman dalam rentang waktu 10 hari. Setiap kali pemadaman sekitar dua jam lamanya," kata dia.
(KR-LNO/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
