
Harry: SPBU Layak Dibangun di Lingga

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Pertamina sudah selayaknya membangun stasiun pengisian bahan bakar umum di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, kata anggota DPR Harry Azhar Azis.
"Harga solar dan premium di Lingga sangat mahal. Masyarakat setempat terpaksa membelinya karena tidak ada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)," kata Harry yang berasal dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau, Rabu.
Masyarakat mengeluhkan permasalahan itu pada saat Harry melakukan reses di Lingga baru-baru ini. Harga premium yang dijual secara eceran per botol yang berisi 1,5 liter seharga Rp15.000,--Rp20.000,-.
Harga premium dan solar di Lingga 75-100 persen lebih mahal dibanding yang dijual di Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Harga premium dan solar mahal lantaran Lingga merupakan kabupaten kepulauan sehingga biaya pendistribusian bahan bakar tersebut mahal.
Sementara kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar itu semakin hari semakin bertambah, sejalan dengan pertumbuhan penduduk.
"Masyarakat minta Pertamina membangun SPBU di Lingga sehingga harga premium jadi murah," ujar Wakil Ketua Komisi XI itu.
Menurut Harry, Lingga yang dimekarkan dari Kabupaten Bintan pada tahun 2003 itu sudah sepantasnya mendapatkan premium dan solar dengan harga standar, seperti yang telah dilakukan di Natuna.
Pertamina, kata dia, harus bisa memberikan keadilan dengan membangun SPBU di Lingga. SPBU dapat dibangun di Dabo Singkep atau pun Daek Lingga.
"Saya akan bicarakan dengan Pertamina pusat bagaimana menyelesaikan masalah di kelangkaan premium dan solar di Lingga. Dan apa saja persyaratan untuk investasi SPBU itu," ujar Harry yang menyelesaikan pendidikan doktor ekonomi di Oklahoma University, Amerika Serikat.
Dari laporan masyarakat Lingga, sudah banyak agen-agen minyak yang diizinkan oleh Dinas Perdagangan Lingga untuk melayani kebutuhan masyarakat. Hanya dengan cara itu, kelihatannya masyarakat Lingga belum puas.
"Mereka ingin di sana dibangun SPBU sehingga mereka mudah dan praktis mendapatkan BBM dengan harga pasaran Rp4.500 per liter," kata politisi Partai Golkar ini yang dua periode menjabat anggota DPR. (KR-NP/S023)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
