Logo Header Antaranews Kepri

Suplai Produk UKM ke Carrefour Batam Minim

Sabtu, 26 Mei 2012 11:14 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Store Manager Carrefour Batam, Susilo Sulistiawan mengatakan perusahaannya masih kesulitan mendapatkan suplai produk dari pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kepulauan Riau.

"Produk UKM yang diserap dan sesuai dengan standar Carrefour masih sangat kecil, hanya 2-3 persen," katanya dalam diskusi terbatas mengenai pengembangan UMKM di Kepri yang digelar Alinasi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam di Restoran MyMie, Batam Centre, Batam, Jumat.

Carrefour, kata dia, memang memiliki kriteria yang cukup selektif terhadap produk-produk UKM yang bisa disuplai ke salah satu ritel terbesar di Indonesia itu untuk menjaga keberlangsungan pasokan.

"Kriteria tersebut antara lain kualitas produk dan kemasan, kemampuan keberlangsungan produksi dan legalitas perizinan usaha UKM," kata dia.

Dengan kriteria tersebut, kata Susilo, sepanjang 2012 ini Carrefour Batam baru mendapatkan dua UKM sebagai mitra.

Anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Suyono Saputra yang diundang sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan pelaku UKM perlu lebih kreatif dalam mengembangkan usahanya agar bisa masuk ke pasar global.

Pelaku UKM, kata dia, perlu lembaga khusus untuk mendampingi dalam hal pengemasan, jaringan pemasaran dan manajerial agar produk mereka bisa lebih mudah diterima pasar besar.

"Selama ini belum ada lembaga yang cukup sukses membimbing mereka mengatasi masalah pengemasan, pemasaran, dan manajemen yang sering membuat produk mereka tidak bisa masuk ke pasar yang besar," kata dia.

Koordinator Unit Pemberdayaan Sektor Riil dan UMKM Kantor Bank Indonesia Batam, Adhinanto Cahyono, mengatakan mulai tahun ini Kantor Bank Indonesia Batam akan melakukan penelitian potensi sektor UKM di Kepri bekerja sama dengan Politeknik Negeri Batam.

Penelitian yang direncanakan berakhir pada 2013 itu akan menghasilkan potensi-potensi usaha yang prospektif dikembangkan oleh pelaku UKM di Kepri, katanya. (KR-LNO/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026