
PWI Sayangkan Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Natuna

Natuna (ANTARA Kepri) - Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Natuna di Kepulauan Riau, menyayangkan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna Jasman Harun yang dinilai merendahkan profesi wartawan.
Ketua PWI Natuna, Ramalius Piliang, di Natuna, Rabu, menilai pernyataan pejabat itu, telah merendahkan profesi wartawan.
Jasman Harun, di hadapan guru dan sekitar 30 siswa SMA Negeri 2 Bunguran Timur, di Ranai, dalam acara silaturahmi menjelang pelatihan jurnalistik sempat menyebutkan sejumlah nominal uang, berkaitan dengan pembuatan berita oleh wartawan di daerah itu.
"Seharusnya wartawan itu sebelum membuat berita konfirmasi dulu, sesuai etika jurnalistik. Kalau perlu bisikkan ke narasumber. Kalau bagus beritanya, mungkin tadinya kita mau 'ngasih dua ratus ribu rupiah menjadi dua juta rupiah," kata Jasman, dalam pertemuan di Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri itu.
Jasman hadir sebagai tamu yang diundang oleh Persatuan Wartawan Natuna (PJN) yang akan melatih siswa SMAN 2 Panguran Timur sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Menanggapi pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Natuna itu, menurut Ramalius, PWI Cabang Natuna menyayangkannya.
Seharusnya, Kepala Dinas Pendidikan itu tidak menuding wartawan seperti itu.
Apalagi, kata Piliang, Jasman Harun mengatakan hal itu di depan puluhan siswa yang akan mengikuti pelatihan jurnalistik.
Dia menyatakan, Jasman harus dapat membuktikan ucapannya, dan bila ungkapannya itu mengarah kepada oknum wartawan tertentu yang menerima dana jatah dari Dinas Pendidikan Natuna seperti itu, harus dapat menunjukkannya.
"Jangan asal ngomong. Itu namanya fitnah. Pak Jasman harus bisa membuktikan siapa wartawan yang dapat jatah dan dari media mana. Kita akan pertanyakan itu," kata Piliang lagi.
Menurut Piliang, pernyataan Jasman itu sudah merendahkan profesi wartawan di depan umum.
Padahal yang mengikuti pertemuan dan mendengarkan pernyataan tersebut adalah para siswa SMA, dan mungkin saja ada di antara mereka yang bercita-cita menjadi wartawan, ujar dia.
"Ini benar-benar merendahkan profesi wartawan. Apalagi di depan para siswa. Yang tadinya ada yang punya cita-cita jadi wartawan, pasti takut," kata dia pula.
Piliang menduga, ucapan Jasman Harun itu terkait pemberitaan prestasi pendidikan yang merosot di daerah itu, menempati posisi terakhir se-Kepri dan banyak siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) di daerah itu yang diberitakan beberapa media massa setempat.
"Jangan karena berita yang sudah sesuai etika jurnalistik, kemudian dia berusaha mengkambinghitamkan wartawan. Itu tidak fair," kata dia.
Hal senada dikatakan Ketua Persatuan Jurnalis Natuna (PJN), Affuandris, selaku ketua panitia pelatihan jurnalistik itu.
Dia mengaku sangat kecewa dengan ucapan Jasman Harun di depan para siswa tersebut.
"Saya kecewa dengan ucapan Pak Jasman. Tak etis dan tidak pada tempatnya beliau ngomong seperti itu. Kalau pun benar, berarti itu 'kan oknum dan harus bisa dibuktikan siapa orangnya dan dari media mana," ujar dia pula.
Apalagi, kata dia lagi, ungkapan tersebut bisa menimbulkan asumsi yang bermacam-macam dari siswa yang baru saja ingin mendalami dunia tulis menulis.
"Patut diingat, kita melatih cara menulis, bukan khusus menjurus kepada profesi wartawan," kata dia.
Namun, menurut dia, pihak PJN setempat belum menentukan sikap terhadap pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna itu. (KR-RST/B014)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
