
Perusahaan Rusia Bangun Perawatan Pesawat di Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Perusahaan asal Rusia bekerja sama dengan pengusaha Indonesia berminat membangun lini perawatan pesawat (MRO/Maintenance Repair Overhaul) khusus buatan Rusia di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan nilai investasi sebesar 50 juta dolar AS.
"Perusahaan asal Rusia tersebut sudah menyampaikan minatnya untuk membangun MRO di Hang Nadim Batam. Nilai investasi awal yang akan ditanamkan sekitar 50 juta dolar AS," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Selasa.
Djoko mengatakan, saat ini mereka tengah mengajukan permohonan lahan seluas 30 hektare sebagai tempat perawatan pesawat tersebut.
"Mereka sudah mengajukan permohonan lahan sekitar awal pekan kemarin, tapi kami masih lihat kebutuhan lahan awal mereka," kata dia.
Selain perusahaan Rusia tersebut, kata Djoko, maskapai penerbangan Lion Air juga terlebih dahulu membangun hanggar untuk keperluan perbaikan pesawat mereka.
"Saat ini mereka tengah masuk proses pembesihan dan pematangan lahan dan akan segera melakukan pembangunan pada Agustus nanti," kata dia.
Ia menyatakan Lion Air memilih Batam untuk menunjang pengembangan bisnisnya karena kompleks Bandara Hang Nadim sangat luas dan memiliki landasan pacu sepanjang 4.025 meter yang terpanjang di Indonesia.
Dengan armada sekarang mencapai 90 pesawat, Lion Air per hari melakukan 500 penerbangan domestik seluruh Indonesia dengan jumlah penumpang mencapai 80.000 orang dan berencana mulai akhir 2012 meningkatkan menjadi 100.000 orang penumpang per hari.
"Bagi Lion pembangunan hanggar bisa menghemat biaya operasional perawatan pesawat sehingga memerlukan dukungan berupa hanggar. Tidak kalah penting, dengan demikian Lion juga menciptakan lapangan kerja di Batam," kata dia.
Bandara itu dilengkapi dengan apron seluas 110.541 m persegi, terminal berfasilitas empat garbarata dengan daya tampung sebanyak 3,3 juta orang per tahun, kapasitas penyimpanan barang sebanyak 16.230 ton, serta kapasitas penyimpanan bahan bakar sebanyak 52.000 kiloliter.
"Lion Air berencana melakukan penambahan sampai 240 pesawat pada 2017. Artinya dengan pembangunan hanggar di Batam juga akan menyerap banyak tenaga kerja," kata Djoko. (KR-LNO/S006)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
