Logo Header Antaranews Kepri

Lokasi Batalyon 10 Marinir Belum Ditentukan

Rabu, 13 Juni 2012 20:06 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Didit Ashaf Herdiawan mengatakan lokasi Batalyon 10 Marinir yang akan ditempatkan di Provinsi Kepulauan Riau belum ditentukan.

"Lokasinya belum ditentukan dan masih mempertimbangkan beberapa tempat yang tepat untuk pangkalan," kata Pangarmabar seusai serah terima jabatan Komandan Lantamal IV di Tanjungpinang, Rabu.

Didit mengatakan, rencana penempatan Batalyon 10 Marinir yang diwacanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Pulau Nipa, Batam, juga sudah dibicarakan di tingkat kementerian.

"Kapan waktunya belum ditentukan," katanya.

Sebagai satuan tempur laut, Batalyon 10 Marinir akan dilengkapi dengan alutsista, seperti meriam dan persenjataan berat lainnya.

Mengenai kemungkinan ancaman dari negara luar di perbatasan Kepri, menurut dia cukup kecil, namun TNI harus siap menghadapinya.

"Ancamannya cukup kecil, namun TNI harus siap menghadapinya," kata Didit.

Sedangkan gangguan keamanan dan perompakan di Selat Singapura, Selat Philip dan Selat Malaka, menurut Pangarmabar, tiga tahun terakhir sudah jauh berkurang dengan adanya kerja sama pengamanan dengan Singapura dan Malaysia.

"Patroli pengamanan bersama terus kami lakukan, sehingga gangguan keamanan di jalur pelayaran internasional itu sudah jauh menurun sejak tiga tahun terakhir," katanya.

Bahkan, menurut dia, aksi pencurian ikan oleh nelayan asing di perairan Indonesia bagian barat juga sudah menurun dengan adanya kerja sama dengan pihak keamanan negara tetangga.

Saat ini, menurut Pangarmabar, Lantamal IV Tanjungpinang telah menangani 22 perkara berkaitan dengan penangkapan ikan secara ilegal, 11 perkara pelayaran, dua kasus perompakan dan kasus perdagangan manusia maupun penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. (KR-HKY/M026)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026