
Diknas Kepri Sudah Transparan Salurkan Beasiswa

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau dinilai sudah transparan menyalurkan beasiswa untuk mahasiswa karena penerimanya diumumkan kepada publik.
Ketua Cerdik Pandai Pemuda Melayu Edi Susanto di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan penyaluran beasiswa tahun anggaran 2012 di Kepri sudah cukup transparan karena diumumkan di media dalam jaringan (online) sehingga tidak perlu dipermasalahkan lagi.
Edi menyampaikan penilaian itu menanggapi unjuk rasa dalam dua hari terakhir yang menuntut Dinas Pendidikan Kepulauan Riau (Diknas Kepri) transparan dan adil dalam menyalurkan beasiswa.
Ia merasa tergelitik untuk mempertanyakan motivasi pergerakan beberapa kelompok mahasiswa di Kepri yang mempersoalkan penyaluran beasiswa.
"Karena selama ini baik di Kepri maupun daerah lainnya lebih sering mengangkat masalah dugaan korupsi, penindasan terhadap masyarakat dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat miskin," ujarnya.
Mahasiswa diharapkan lebih jeli dan serius dalam menyikapi masalah tersebut, jangan hanya karena kepentingan pribadi rela mengorbankan kepentingan banyak orang, dan pemerintah juga harus tegas menetapkan nama-nama mahasiswa yang memang benar-benar berhak mendapatkan beasiswa.
Diknas Kepri juga diingatkan untuk tidak menetapkan nama mahasiswa yang mendapat beasiswa berdasarkan ketakutan atau kedekatan, melainkan berdasarkan prestasi atau faktor ekonomi.
"Kami berharap unjuk rasa yang dilakukan kemarin dan hari ini murni untuk kepentingan dunia pendidikan, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," ujarnya.
Edi berpendapat, Diknas Kepri wajar menetapkan nama calon penerima beasiswa dengan lebih mengutamakan putra-putri daerah. Hal itu tidak dapat dinilai diskriminatif karena setiap kabupaten/kota serta provinsi di Indonesia sudah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa.
"Apakah mungkin kita harus lebih mementingkan orang luar ketimbang putra daerah," katanya. (KR-NP/E005)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
