
Warga Singapura Nilai Masyarakat Batam Ramah

Batam (ANTARA Kepri) - Warga Singapura menilai masyarakat Kota Batam, Kepulauan Riau, ramah sehingga banyak orang berkunjung berulang-ulang ke kota pulau yang terletak di selatan negerinya itu.
"Masyarakat Batam ramah, selalu memberikan kesan yang luar biasa bila kami datang ke Batam," kata pimpinan rombongan Mummy's United Kolam Ayer CC Geylang Bahru Singapura, Muhaini Ahmad saat olahraga bersama warga Tiban Housing Batam, Minggu.
Ia mengatakan, keramahan tersebut yang membuat banyak warga Singapura berkunjung ke Batam pada akhir pekan dan hari-hari libur lain.
"Sangat menyenangkan, kami bisa berinteraksi dengan masyarakat Batam langsung layaknya saudara," kata dia.
Walaupun pada umumnya masyarakat Singapura datang ke Batam untuk liburan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata dan pusat-pusat perbelanjaan, namun sebagian juga menyempatkan diri dengan mengunjungi dan berinteraksi langsung dengan warga kompleks-kompleks perumahan.
Upaya menjalin keakraban juga mereka lakukan dengan melakukan eksebisi olahraga di lapangan Vitka Tiban Centre pada Sabtu siang dan makan malam bersama di Tiban Housing pada Sabtu malam.
"Batam terkenal dengan pusat perbelanjaan yang menawarkan harga dengan murah, wisatanya juga bagus, namun yang lebih menarik ialah keramahan masyarakatnya," kata Muhaini.
Perwakilan warga Tiban Housing, Mimes Alkace mengatakan, berharap semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Batam sehingga bisa menjadi salah satu wilayah dengan kunjungan terbanyak.
Pemerintah Kota Batam mencatat, pada 2011 sekitar 60 persen dari 1,1 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Batam berasal dari Singapura.
Ia menjelaskan warga Singapura berkunjung ke Batam banyak untuk mengisi liburan dengan bermain golf, menikmati spa, dan berburu kuliner.
Selain Singapura, kata dia mayoritas wisatawan yang datang berasal dari Malaysia, Korea Selatan, India, Filipina, China, Australia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat. (KR-LNO/A013)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
