
Kabupaten Karimun Uji Coba Peralatan e-KTP

Karimun (ANTARA Kepri) - Sembilan kecamatan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin mulai menguji coba peralatan pembuatan kartu tanpa penduduk elektronik atau e-KTP dengan sasaran wajib KTP dari kalangan pegawai pemerintah daerah setempat.
"Hari ini operator e-KTP mulai melakukan uji coba ke kalangan pegawai," kata Kepala Bidang Migrasi dan Pendataan Penduduk Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Karimun Syahimi di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Syahimi mengatakan operator langsung mempraktikkan teori yang diperoleh dalam pelatihan beberapa waktu, yaitu menggunakan alat perekam data, sidik jari, retina mata dan foto otomatis.
"Sampai sejauh ini berjalan lancar. Hanya di daerah pulau terkenala masalah daya listrik yang masih kurang," kata dia.
Dia mengatakan, masih kurangnya peralatan e-KTP di tiga kecamatan juga menjadi kendala, yaitu Kecamatan Moro, Kundur dan Meral karena peralatan yang dikirim pusat baru satu set.
"Seharusnya setiap kecamatan mendapat dua set, namun tiga kecamatan itu baru satu sehingga operator harus bergantian sambil menunggu datangnya satu set lagi dari pusat," ucapnya.
Uji coba, kata dia, terus dilakukan sebelum pelaksanaan program e-KTP diluncurkan pada 10 Juli 2012.
"Target kami, rekam data sudah tuntas 31 Oktober 2012 dengan total wajib KTP sekitar 173 ribu orang. Kami berharap uji coba lancar dan operator benar-benar menguasai penggunaan peralatan," tambahnya.
Sekretaris Kecamatan Tanjung Balai Karimun Anji Trisno mengatakan uji coba peralatan e-KTP di kecamatan tersebut dilakukan sejak Jumat pekan lalu.
"Sasaran uji coba adalah pegawai kecamatan dan kabupaten serta ketua RT. Ketua RT kami sertakan dalam uji coba rekam data karena menjadi ujung tombak sosialisasi kepada masyarakat di lingkungannya," ucapnya.
Menurut Anji, pada hari pertama proses uji coba sempat terkendala karena satu unit peralatan mengalami gangguan. Pada hari kedua hingga tadi siang berjalan lancar dengan jumlah wajib KTP yang terakomodasi rata-rata 200 orang per hari.
"Pada hari kedua dan ketiga, kecepatan perekaman data sekitar 5 menit, lebih lambat dari yang perkiraan Dinas Kependudukan, yaitu 4 menit. Namun, pada hari ini justru lebih cepat, yaitu 3 menit," ucapnya.
Kecepatan perekaman data, menurut dia, tidak terlepas dari kemampuan operator dalam menguasai teknik penggunaan rekam data, sidik jari, retina mata dan foto.
Operator yang berjumlah empat orang ditambah pendamping dua orang, lanjut dia, melakukan uji coba siang dan malam.
"Saat uji coba pada malam hari, kami mengalami kendala kekurangan daya listrik. Listrik sempat padam gara-gara daya tidak cukup, karena itu kami akan meminta penambahan daya sekitar 5.000 watt ke PLN," ucapnya.
Pantauan di Kantor Camat Tanjung Balai Karimun, proses uji coba peralatan e-KTP diawali pengecekan nomor induk kependudukan KTP SIAK oleh petugas melalui database dalam komputer, pengambilan foto wajah dengan kamera otomatis, rekam sidik jari meliputi empat jari minus jempol kiri dan kanan, jari jempol dan jari telunjuk.
Selanjutnya rekam tanda tangan, rekam retina mata menggunakan peralatan mirip teropong dan diakhiri dengan rekam tanda tangan untuk pernyataan bahwa data yang disampaikan wajib KTP sudah benar. (KR-RDT/A013)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
