Logo Header Antaranews Kepri

41 Pengusaha Jatim Kerjasama dengan Kadin Kepri

Kamis, 12 Juli 2012 19:57 WIB
Image Print

Batam,(ANTARA Kepri) - Sebanyak 41 pengusaha asal Jawa Timur dibawah naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menjalin kerjasama dengan Kadin Kepulauan Riau (Kepri) untuk memasarkan produk mereka di provinsi tersebut.

"Kepri adalah jalur internasional, artinya kami bisa melihat segala macam produk di sini dan kami berusaha agar produk kami bisa masuk disini," kata Wakil Ketua Umum Pengembangan Jaringan Usaha Antar Provinsi Kadin Jatim, Diar Kusuma Putra di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, beberapa roduk yang dupayakan bisa dipasarkan di Kepri antara lain produk agribisnis, beberapa produk manufaktur khas Jawa Timur.

Jatim, kata dia, bisa memenuhi pasokan agribisnis yang tidak dimiliki Batam karena Batam tidak memiliki potensi pertanian.

"Batam dan Kepri sangat strategis untuk pintu terdepan perekonomian Indonesia. Kami harapkan yang diutamakan adalah menjadi pintu keluar bagi produk Indonesia, bukan pintu masuk produk asing," kata dia.

Ia menambahkan saat ini Kadin Jatim tengah berupaya melakukan kerja sama perdagangan dengan Provinsi-Provinsi lain di Indonesia, apalagi Surabaya dianggap sebagai pintu gerbang bagi produk Indonesia Timur.

"Kadin Jatim sudah menjalin kerja sama perdagangan dengan 12 Provinsi. Selanjutnya kami akan menjalin kerja sama dengan Provinsi Papua dan Papua Barat," kata Diar.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Dedy Suhajadi mengatakan kerja sama ini bukan hanya meningkatkan hubungan antar organisasi tapi merealisasikan hubungan perdagangan antar pulau agar bisa menciptakan kondisi ekonomi yang menarik disamping meningkatkan perekonomian.

"Ekonomi Indonesia harus dikerjakan seluruh Provinsi dengan memaksimalkan potensi yang ada pada wilayah massing-masing yang akhirnya menjadi penyokong pertumbuhan secara nasional," kata Dedy.

Menurutnya, dengan kerja sama ini Kepri dan Jatim bisa saling mengisi kekurangan yang tidak dimiliki masing-masing kawasan. (KR-LNO/B008)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026