Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Ajukan Tambahan Alat e-KTP

Senin, 30 Juli 2012 22:58 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, mengajukan tambahan peralatan rekam data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) ke Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat proses perekaman data.

"Kami mengajukan tambahan alat agar target sekitar 700 ribu perekaman di Batam hingga September nanti terpenuhi. Utusan dari Pemerintah Kota Batam telah datang ke Kementerian Dalam Negeri menyampaikan permohonan penambahan alat secara langsung," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardiwinata di Batam, Senin.

Ia mengatakan, walaupun saat ini rata-rata pada setiap kecamatan memiliki dua alat rekam data namun setelah berjalan masih dirasa kurang, sehingga perlu penambahan.

"Jumlah alat yang diberikan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri ada 24. Batam juga telah mendapat bantuan dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, namun jumlahnya belum cukup. Sehingga perlu ditambah lagi," kata dia.

Ia mengatakan, selama ini proses perekaman data e-KTP juga sudah dilakukan hingga malam hari untuk mengejar target. Namun karena keterbatasan alat, hasilnya tidak signifikan.

"Mudah-muhan pengajuan penambahan bisa segera disetujui, sehingga target bisa tercapai tepat waktu," kata Ardi.

Ardi mengatakan, hingga pertengahan Juli jumlah penduduk Batam yang telah melakukan rekam data e-KTP di 12 kecamatan sebanyak 133.132 orang.

Ia mengatakan hingga saat ini Kecamatan Batuampar sudah menyelesaikan rekam data 13.362 orang, Lubuk Baja 16.481, Batam Kota 13.354, Sekupang 11.436, Batuaji 15.508 orang.

Selanjutnya, Bengkong 9.839 orang, Nongsa 12.335, Sagulung 13.030, Sei Beduk 12.267, Belakang Padang 6.228, Bulang 3.425 dan Galang 6.037 orang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sadri Khairuddin mengatakan, masih ada waktu untuk menyelesaikan perekaman data tersebut dengan dibantu tambahan alat dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

"Masih cukup waktu untuk menyelesaikan target 700 ribu orang. Dengan tambahan alat yang sudah terpasang diharapkan setiap hari ada 700 jiwa yang melakukan rekam data," kata dia.

Sadri mengatakan, perekaman data e-KTP di Batam dilakukan selama sekitar 10 jam setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu.

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar target bisa terpenuhi. Walaupun perekaman harus dilakukan sampai malam hari," kata dia. (KR-LNO/E005)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026