Logo Header Antaranews Kepri

Jumhur Temui TKI Deportasi di Tanjungpinang

Jumat, 3 Agustus 2012 02:34 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menemui sekitar 190 TKI deportasi dari Malaysia di penampungan Tanjungpinang, Kepri, Kamis.

Mereka dideportasi dari Malaysia karena bekerja secara ilegal atau telah melampaui batas izin tinggal dan sebagian dari mereka merupakan perempuan.

"Saya ditangkap kena razia setelah tiga tahun bekerja di perkebunan sawit. Saya ke Malaysia pakai paspor umum dari Pelabuhan Tanjungbalai," kata Sugiantoro asal Kediri, Jatim, saat diminta Jumhur menceritakan pengalamannya.

Sugiantoro sempat dipenjara selama delapan bulan dan dikenai hukuman cambuk.

Indra asal Kabupaten Meranti, Riau, mengaku ditipu agen tenaga kerja Malaysia yang menjanjikan bisa mendapat ikut program pemutihan di Malaysia.

"Saya sudah bayar 200 Ringgit per minggu sampai saya membayar 3.000 Ringgit ternyata agen membawa polisi untuk menangkap saya," katanya.

Herlina yang sudah dua tahun bekerja di pabrik roti di Klang, Kuala Lumpur, terkena razia dan ditangkap imigrasi Malaysia selama dua bulan.

"Saya juga terkena tipu hingga 1.000 Ringgit. Di penjara saya dikasih sayur dan ikan basi," katanya.

Farah pelajar dari Medan pun bersama ibunya yang bekerja di sana ditangkap setelah dokumen-dokumennya dibuang petugas razia Malaysia.

Budi Subianto yang sudah renta pun tertangkap setelah bekerja secara ilegal di Malaysia selama lima tahun.

Jumhur menawarkan kepada mereka untuk mengurus seluruh dokumen ketenagakerjaaan secara resmi.

"Kalau diproses secara resmi, apa masih ingin berangkat lagi ke Malaysia?" tanya Jumhur dan serentak dijawab dengan seruan "mauuuu...".

"Apa ada yang tidak mau?" tanya Jumhur dan tidak ada satupun yang bersuara atau mengacung.

Jumhur mengingatkan kepada mereka dan siapapun yang ingin bekerja ke luar negeri harus mengikuti ketentuan sesuai prosedur.

"Jangan menjadi TKI ilegal," katanya pada pertemuan yang diadakan dalam rangkaian Safari Ramadhan BNP2TKI V 24 Juli - 3 Agustus 2012 ke Sumut, NAD, Riau, dan Kepri. (B009/M009)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026