
Bupati: Cuaca Tidak Menentu Nakhoda agar Waspada

Karimun (ANTARA Kepri) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun meminta nakhoda kapal yang melayani pemudik Idul Fitri 1433 Hijriah waspada terhadap cuaca yang tidak menentu karena dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
"Cuaca di laut saat ini tidak bisa diprediksi, terkadang bagus terkadang berubah buruk. Karena itu, nakhoda kapal harus waspada sehingga tidak berisiko terjadi kecelakaan di laut," kata Nurdin usai melakukan inspeksi mendadak di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Tanjung Balai Karimun, Senin.
Nurdin yang mantan pelaut itu mengatakan cukup hafal dengan kondisi cuaca di perairan Karimun yang berbatasan dengan Selat Malaka.
"Yang penting harus waspada karena cuaca tidak menentu berlaku untuk semua jurusan," katanya.
Mengenai kesiapan mengantisipasi musibah selama arus mudik maupun balik Lebaran, bupati mengatakan Adpel telah menyiapkan sejumlah kapal penyelamatan yang "on call" setiap saat jika terjadi kecelakan di laut.
"Pihak kepolisian perairan dan TNI AL juga sudah menyiapkan kapal yang siaga 24 jam. Koordinasi antarinstansi, termasuk tim SAR terus ditingkatkan untuk mendeteksi dini jika terjadi musibah," katanya.
Kepala Adpel Tanjung Balai Karimun Capt Gajah Rooseno mengatakan cuaca tidak menentu merupakan faktor alam akibat arus air laut dari Selat Malaka dan Laut China Selatan.
"Saat ini sedang musim angin barat, kita tidak bisa melawan arus dan nakhoda juga harus waspada. Jangan memaksakan diri kalau memang cuaca tidak bagus," katanya.
Dia mengimbau pelaku pelayaran berlindung di pulau-pulau kecil jika cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk.
"Kami juga akan pantau agar tidak ada kapal yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas," ujarnya.
Disinggung jalur pelayaran yang rawan kecelakaan, menurut dia adalah pelayaran kapal tujuan Dumai, Riau, terutama yang melintasi perairan Takong Hiu.
"Larangan untuk berlayar melalui Takong Hiu memang tidak ada, tetapi kapal-kapal penumpang memang sudah diwajibkan berlayar melalui perairan sini (perairan Tanjung Balai Karimun). Maksimal lama berlayar bagi kapal-kapal antarpulau adalah empat jam," katanya.
Dikatakannya, cuaca baru diperkirakan kembali normal pada September sehingga selama arus mudik maupun balik masih dalam kategori waspada.
"Saat ini dalam masa perubahan musim, jadi cuaca tidak menentu. Namun, untuk saat ini kondisi cuaca masih aman bagi pelayaran," katanya. (KR-RDT/E005)
Editor: Eddy K Sinoel
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
