
Gubernur Joget dengan Nenek-nenek di Rumah Bahagia

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau HM Sani berjoget dengan puluhan orang nenek-nenek yang tinggal di Rumah Bahagia Kabupaten Bintan, Senin.
"Ini adalah hari bahagia. Mereka adalah orang tua yang harus dibahagiakan," kata Sani (70) di sela-sela kunjungannya di Rumah Bahagia Bintan, Kepulauan Riau.
Aisyah, istri dari Sani, Bupati Bintan Ansar Ahmad beserta istrinya dan juga Wakil Bupati Bintan Khazalik dan istrinya juga ikut berjoget saat salah seorang staf menyanyikan lagu Melayu. Nenek-nenek tersenyum bahagia berjoget berpasangan dengan kepala daerah.
"Kami ajak mereka melupakan permasalahannya. Kami menghormati mereka seperti ibu sendiri yang telah mendoakan dan mengupayakan kami hingga menjadi kepala daerah," ucap Sani.
Setelah berjoget, Sani memberikan bingkisan kepada 27 orang nenek-nenek yang tinggal di Rumah Bahagia Bintan. Sani juga mengajak nenek-nenek itu untuk bercerita tentang kehidupannya.
Beberapa nenek-nenek ternyata bukan berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka terpaksa tinggal sebatang kara di Rumah Bahagia karena anak-anaknya tidak mau menampungnya.
Nenek-nenek yang paling paling tua bernama Keri, sementara yang paling muda Ahyatun. Keri yang berasal dari Kawal berusia 104 tahun, sedangkan Ahyatun warga Toapaya berusia 60 tahun.
"Kami senang dapat bertemu dengan gubernur," kata Meimunah, nenek-nenek yang berasal dari Tembeling, Bintan.
Sementara Bupati Bintan Ansar Ahmad mengatakan, dana operasional Rumah Bahagia bersumber dari APBD Bintan. Di Rumah Bahagia tidak hanya menampung nenek-nenek dari Bintan, melainkan juga dari Tanjungpinang dan Batam.
"Ada beberapa nenek-nenek yang berasal dari Tanjungpinang dan Batam," katanya. (NP/A013)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
