Logo Header Antaranews Kepri

Program RRTLH Tahap II di Karimun Dimulai

Kamis, 13 September 2012 22:02 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Bupati Karimun Nurdin Basirun, Kamis meletakkan batu pertama pembangunan rumah layak huni di Kelurahan Buru, Kecamatan Buru, Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus sebagai pertanda dimulainya pelaksanaan Program Rehab Rumah Tidak layak Huni tahap II.

"Kami berharap dengan dilaksanakannya Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RRTRH) tahap II, jumlah warga miskin di Karimun dapat berkurang," kata dia dalam sambutannya.

Nurdin Basirun berharap berbagai program bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemkab Karimun kepada masyarakat tidak mampu, hendaknya dijadikan pemicu dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya.

"Masyarakat hendaknya tidak ketagihan dan bersifat pasif, menunggu dan berharap memperoleh berbagai bantuan lainnya yang akan dikucurkan oleh pemerintah setelah menerima bantuan ini, bila itu terjadi sudah dapat diprediksi apapun program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan berhasil," ujarnya.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq, meminta masing-masing petugas kelurahan yang ada di Karimun selaku ujung tombak dari pendataan masyarakat tidak mampu, agar bertindak secara cermat.

"Tolong pastikan jangan sampai masyarakat yang tergolong mampu menerima bantuan program pengentasan masyarakat miskin," katanya.

Dia menuturkan hakekat dilaksanakannya program pengentasan kemiskinan oleh pemerintah bertujuan untuk mengurangi jumlah kemiskinan.

Sementara menurut Camat Buru, Ramli, tahun 2011 wilayahnya telah melaksanakan Program RRTLH Tahap 1 sebanyak 77 unit rumah dengan rincian 32 unit di Kelurahan Buru dan 45 di Kelurahan Lubuk Puding, semuanya sudah terealisasi seratus persen.

"Pada Program RRTLH Tahap II tahun 2012, kami kembali akan merehap sebanyak 160 unit rumah tidak layak huni dengan rincian di Kelurahan Buru sebanyak 30 unit rumah, Kelurahan Lubuk Puding 73 unit, kemudian di Tanjung batu Kecil sebanyak 40 unit dan di Desa Tanjung Hutan sebanyak 17 unit," tuturnya.

Dia berharap, pelaksanaan Program RRTLH Tahap II di wilayahnya dapat terealisasi secepatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sebanyak 1.020 unit rumah tidak layak huni milik masyarakat miskin di Kabupaten Karimun yang akan direhab pada Program RRTLH Tahap II, jumlahnya meningkat dibandingkan 2011 yang hanya sebanyak 800 unit.

Tentang kriteria rumah tidak layak huni yang akan direhab tetap sama seperti tahun sebelumnya, yaitu rumah yang materialnya terbuat dari bahan yang mudah rusak atau lapuk, seperti atap, dinding atau lantai tanah.

Sedangkan nilai rehab per unit rumah juga sama, Rp20 juta per unit, dan tersebut berasal dari APBD Provinsi Kepulauan Riau dan APBD Kabupaten Karimun Tahun Anggaran 2012.

Mesin Tempel Modifikasi

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Karimun Hasmi Yuliansyah memberikan bantuan berupa 10 unit mesin tempel modifikasi kepada 10 nelayan tradisional di Kecamatan Buru.

"Mesin tersebut akan mempermudah nelayan menuju area tangkap ikan, sebelumnya mereka mengunakan dayung manual menuju area penangkapan. Dengan diberikannya bantuan itu, waktu yang dibutuhkan nelayan menuju area tangkap akan lebih singkat dan mereka juga menuju area tangkap yang lebih jauh dari sebelumnya dengan mudah," jelasnya.

Hasmi Yuliansyah menjelaskan pemberian bantuan mesin tempel modifikasi itu merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

"Jumlah totalnya sebanyak 180 unit, mesin robin yang dimodifikasi itu sangat irit hanya dengan berbekal bahan bakar sebanyak 1,5 liter premium, nelayan sudah dapat melaut tanpa henti selama 3,5 jam," jelasnya. (HAM/M008)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026