
Tim Basket Kepri Tekuk Aceh

Pekanbaru (ANTARA Kepri) - Tim Putra Kepulauan Riau berhasil mengatasi perlawanan Aceh dalam lanjutan babak penyisihan grup B cabang Bola Basket PON XVIII yang digelar di Hall Basket Komplek Olahraga Rumbai, Riau, Minggu.
Pada kuarter pertama kedua tim bermain imbang. Baik Kepri maupun Aceh saling serang. Kejar mengejar angka terjadi sebelum Aceh berhasil menutup kuarter pertama dengan skor 16-15.
Pada kuarter kedua Kepri mulai menemukan bentuk permainan terbaik. Tembakan tiga angka Budianto pada pertengahan kuarter membuat Kepri berbalik unggul 24-23 atas Aceh.
Kepri terus memperlebar selisih angka kerika tebakan tiga angka Fahrizal tidak mampu dihalangi pemain Aceh. Kepri unggul 30-26 atas Aceh.
Bermain bagus, akhirnya Kepri menutup kuarter kedua dengan skor 34-29.
Kuarter ketiga, Kepri semakin memperlebar keunggulan atas Aceh. Beberapa kali lemparan tiga angka para pemain Kepri membuat pemain Aceh kesulitan mengimbangi dan harus mengakui keunggulan Kepri 46-38.
Aceh yang mencoba bangkit pada kuarter keempat justru semakin jauh tertinggal melalui lemparan tiga angka yang sering dilakukan pemain Kepri.
Hingga pertengahan kuarter empat, Aceh sudah tertinggal 16 angka. Kepri mengumpulkan 60 poin sementara Aceh hanya 44 angka.
Walaupun terus memberikan perlawanan, akhirnya Aceh harus mengakui kemenangan Kepri dengan skor akhir 67-51.
Meski menang dua kali saat melawan Sumatra Barat dan Aceh, Kepri gagal lolos dari fase grup. Kekalahan Aceh juga membuat tim tersebut tidak bisa melaju ke babak berikutnya setelah hanya mengumpulkan sekali kemenangan melawan Sumatra Barat.
Pelatih Kepri, Ronal Median menyatakan puas dengan penampilan anak asuhnya walaupun tidak bisa lolos babak berikutnya.
"Setidaknya pertandingan di PON bisa menambah pengalaman bertanding bagi anak-anak yang usianya masih muda. Kami puas melihat penampilan mereka," kata Ronal.
Ia mengatakan Kemenangan atas Aceh memang menjadi target pada penyisihan grup partai terakhir. (LNO/E010)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
