
Gubernur Kepri Desak Pemanfaatan Lahan FTZ Bintan

Batam (ANTARA Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mendesak lahan yang sudah dialokasikan kepada pengusaha di Bintan segera dimanfaatkan karena banyak pengusaha lain yang tertarik membangun di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan.
"Saya sudah desak ke pemilik lahan untuk segera memanfaatkan lahan itu," kata Gubernur di Batam, Senin.
Pernyataan itu terkait dengan kurangnya lahan pengembangan FTZ di Bintan. Banyak pengusaha kesulitan lahan untuk usaha di pulau itu padahal terdapat lebih dari 10.000 ha lahan yang sudah dikuasai pengusaha namun belum dimanfaatkan.
Ia mengatakan lahan seluas 23.000 hektar are di Bintan sudah dikuasai PT Mega Wisata Buana, untuk dikelola menjadi kawasan pariwisata terpadu Lagoi.
Menurut dia, sebenarnya tidak ada masalah pada pengalokasian lahan tersebut.
"Perusahaan juga memiliki perencanaan yang lengkap untuk pembangunan di lahan itu," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun.
Hanya saja, kata dia, perusahaan tidak akan membangun seluruh lahan yang dikuasainya untuk pembangunan kawasan industri atau pariwisata. "Hanya 40 persen yang dibangun," kata Gubernur.
Sedang sisa lahan tetap dimanfaatkan sebagai reservoir demi menjaga lingkungan alam.
"Kalau tidak, dimana didapat air," kata Gubernur.
Sementara itu, ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah Kepulauan Riau Johanes Kennedy mengatakan akan dibentuk tim monitoring lahan untuk mengecek kekurangan lahan di wilayah FTZ.
Ia mengatakan permintaan lahan paling banyak untuk industri galangan kapal yang mayoritas dikuasai pemodal asing.
John meminta pemerintah mengutamakan pengusaha lokal dalam pengalokasian lahan agar industri dalam negeri dapat berkembang.
Selain Bintan, Batam juga kekurangan lahan pengembangan FTZ. (Y011/Y008)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
