Logo Header Antaranews Kepri

Investor Pahang Jajaki Tanam Modal di Batam

Kamis, 4 Oktober 2012 14:35 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 44 investor dari Negara Bagian Pahang, Malaysia menjajaki peluang untuk menanamkan modal di Kota Batam Kepulauan Riau, Kamis.

Pimpinan Rombongan Investor Pahang, Chaerul Anwar bin Mahmud mengharapkan adanya jalinan kerja sama yang baik di antara dua negara.

Rombongan negeri Jiran itu ingin mempelajari hal-hal yang bisa dikerjasamakan antara dua negara.

Menurut dia, kerja sama perlu dijalin, mengingat kedekatan antara warga dua negara yang saling bertetangga.

"Ramai orang Indonesia bekerja di Malaysia, seperti menjadi buruh, ladang," katanya.

Chaerul Anwar membawa tim dari badan pemerintahan untuk mendukung kerja sama dua kota di dua negara itu, antara lain, Ahmad Aman bin Mohamad Saifuddin, Perbadanan Kemajuan Pahang, Nizam binti Abdul Ghani, Bahagian Perancang Ekonomi Negeri, Dato Hajjah Kamariah binti Ismail Jabatan Pertanian Negeri Pahang dan Amran bin Abdul Rahman tourism Malaysia Negeri Pahang.

Sementara itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menyambut kedatangan para penanam modal dari Negeri Menara Kembar.

Kepada penanam modal Malaysia, Wali Kota memaparkan peluang investasi yang bisa ditanamkan investor di Batam.

Merupakan suatu kehormatan bagi Batam dengan adanya kunjungan ini. Semoga ke depan, kerja sama bisa lebih ditingkatkan lagi," kata dia.

Ia mengatakan, secara historis, Batam dan Pahang memiliki sejarah yang sama dari kerajaan Riau Lingga.

Diharapkan, pertemuan itu mampu mempererat hubungan dua kota.

Perwakilan Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru, Jujur Hutagalung menyatakan, ada banyak peluang yang bisa dikembangkan untuk kerja sama antar Pahang dan Batam.

Di antaranya adalah bidang pariwisata dan pendidikan, melalui pertukaran pelajar.

Selain itu, kata dia, juga banyak warga Malaysia yang ingin melancong ke tempat wisata yang bagus di Indonesia.

Dalam menentukan daerah tujuan wisata, kata dia, pelancong Malaysia lebih suka berkunjung ke daerah yang mudah menemukan makanan halal.

"Tempat itu bukan Thailand atau Singapura, tapi Indonesia dan tentunya Batam," kata dia.

Kesempatan itu seharusnya ditangkap pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk membidik wisatawab asal Negeri Jiran.

Sementara itu, sedikitnya ada 4.000 pekerja Indonesia yang tersebar di Johor Bahru.

"Kami di Johor Bahru memiliki empat wilayah kerja, yakni Johor Bahru, Melaka, Negeri Sembilan dan Pahang. Ada sekitar 4.000 TKI di sana," kata dia. (Y011/I006)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026