Logo Header Antaranews Kepri

Maya Bantah Bangun Dinasti Politik Keluarga

Rabu, 17 Oktober 2012 22:16 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Calon Wali Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Maya Suryanti membantah keinginannya menjadi kepala daerah setempat untuk membangun dinasti politik keluarga selepas ibundanya, Suryatati A Manan, melepas jabatan.

"Tidak pernah terbersit oleh saya maju dalam pemilihan Wali Kota Tanjungpinang untuk membangun dinasti politik, saya sebagai putri daerah ingin memberikan sumbangsih buat daerah saya," kata Maya dalam orasi politiknya saat berkampanye di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Rabu.

Maya yang berpasangan dengan Tengku Dahlan dan diusung oleh PKS, PPP, PKNU, dan Partai Golkar juga membantah pihak-pihak yang menyebut usianya masih muda dan tidak berpengalaman dalam memimpin.

"Usia saya sekarang 33 tahun, sudah melampaui usia minimal sebagai calon yaitu 25 tahun. Yang penting adalah kedewasaan membawa perubahan bukan usia biologis," katanya.

Sementara untuk pengalaman, menurut Maya, dirinya berpengalaman memimpin sejumlah perusahaan yang dirintisnya hingga maju berkembang dan bertahan hingga saat ini.

"Saya berpengalaman dengan sejumlah usaha yang saya pimpin dari nol hingga maju berkembang dan bertahan hingga saat ini," ujar dokter pemilik klinik kecantikan ini.

Jika terpilih menjadi pemimpin Tanjungpinang, Maya berkomitmen untuk memperjuangkan beasiswa bagi 1000 pelajar kurang mampu dan mahasiswa, khususnya beasiswa kedokteran seperti keahliannya.

"Kami peduli rakyat dan lima persen atau sekitar Rp15 miliar APBD Tanjungpinang setiap tahunnya akan disisihkan untuk pemberdayaan perempuan dan pemuda," janjinya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dalam orasi politiknya mengatakan Maya sangat tepat melanjutkan pembangunan ibundanya, Suryatati A Manan.

"Tanjungpinang harus dipimpin oleh pemimpin bertangan dingin seperti Maya, apalagi masyarakat Tanjungpinang heterogen dengan banyaknya etnis suku bangsa yang harus dipimpin," kata Ansar yang juga Bupati Bintan.

Suryatati A Manan dalam orasinya hanya berpuisi yang khusus dipersembahkan kepada putri sulungnya yang akan bertarung pada 31 Oktober 2012 dengan tiga pasangan calon lainnya.

Dalam puisi itu, Suryatati memuji perjuangan anaknya untuk menggantikan dirinya sebagai wali kota dengan berbagai tantangan.

Di akhir kampanye, sekitar 3000 massa mulai dari orang tua hingga anak-anak yang memadati lapangan Pamedan tersebut dihibur oleh artis ibu kota, Iyeth Bustami, dengan tembang-tembang Melayu. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026