Logo Header Antaranews Kepri

Survei Lis-Syahrul Unggul dalam Satu Putaran

Kamis, 18 Oktober 2012 12:55 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Hasil survei yang dilakukan tiga organisasi kemasyarakatan pada 1-10 Oktober 2012 mencatat sebanyak 50,97 persen dari 425 orang responden memilih calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Lis Darmansyah-Syahrul.

"Jika pesta demokrasi dilakukan pada saat itu, maka Lis-Syahrul mendapatkan suara tertinggi sehingga pilkada hanya dilaksanakan dalam satu kali putaran," juru bicara Gerakan Mahasiswa Peduli Tanjungpinang, Komunitas Bakti Bangsa, dan Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Politik Lokal, Maulana Chandra Atmadja, Kamis.

Sedangkan responden yang memilih Maya Suryanti-Tengku Dahlan sebanyak 35,46 persen, Husnizar Hood-Rudy Chua 10,80 persen dan Hendry Frankim-Yusrizal 2,77 persen.

Berdasarkan hasil survei itu, Maya yang merupakan figur baru yang muncul di dunia politik termasuk mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat, dibanding Farnkim dan Husnizar.

"Ini merupakan survei independen, tanpa tendensi atau kepentingan apapun. Kami berharap survei ini dijadikan pijakan bagi masing-masing kandidat untuk memenangkan pilkada," ujarnya.

Pilihan responden itu, lanjutnya, tidak beda jauh dengan hasil survei terkait kemampuan kandidat dalam membangun Tanjungpinang yang dilakukan ketiga lembaga pada saat yang bersamaan.

Sebanyak 54,32 persen responden menilai Lis-Syahrul memiliki kemampuan untuk membangun Tanjungpinang. Sedangkan 32,70 persen responden memilih Maya-Dahlan sebagai pasangan kandidat yang tepat membangun kota itu selama periode 2013-2018.

Sementara Frankim-Yusrizal dan Husnizar Hood masing-masing mendapatkan 2,43 persen dan 10,54 persen.

"Responden yang disurvei berusia minimal 25 tahun, terdiri dari laki-laki 58,35 persen dan perempuan 41,65 persen, yang tinggal di 18 kelurahan. Responden kebanyakan bekerja sebagai wiraswasta," ungkapnya.

Kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat Tanjungpinang berdasarkan hasil survei berhubungan dengan permasalahan kemiskinan. Sebanyak 35,37 persen responden menilai permasalahan kemiskinan harus ditanggulangi pemerintah.

Sedangkan permasalahan pendidikan dianggap penting oleh 22,27 persen responden, penataan kota 18,34 persen, kesehatan 16,59 persen dan kriminalitas 7,42 persen. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026