
Hewan Kurban di Batam Capai 2.419 Ekor

Batam (ANTARA Kepri) - Jumlah hewan kurban yang disembelih di Kota Batam pada perayaan Idul Adha 1433 Hijriyah mencapai 2.419 ekor terdiri dari 808 sapi dan 1.611 kambing.
"Hingga saat ini laporan dari 12 kecamatan yang masuk mencapai 2.419 ekor. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan naik, karena ini baru hari pertama," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam, Ardiwinata di Batam, Jumat.
Ia mengatakan, sebanyak 140 sapi dan 238 kambing disembelih di wilayah Kecamatan Sekupang, Batuaji 67 sapi dan 89 kambing, Sagulung 92 sapi dan 123 kambing, Seibeduk 86 sapi dan 201 kambing, Bengkong 18 sapi dan 65 kambing.
Selanjutnya Kecamatan Batam Kota 152 sapi dan 371 kambing, Nongsa 85 sapi dan 130 kambing, Batuampar 15 sapi dan 25 kambing, Lubuk Baja 68 sapi dan 157 kambing, Berlakangpadang 25 sapi dan 51 kambing, Galang 8 sapi dan 13 kambing, Bulang 13 sapi dan 35 kambing.
Selain dari Kota Batam, kata Ardi, umat Islam Singapura dan Malaysia juga menyumbangkan sebanyak 39 sapi dan 62 kambing untuk disembelih di Batam.
"Tahun ini ada 335 warga Singapura dan Malaysia yang berkurban di Batam. Hewan-hewan tersebut sebagian disembelih di Masjid Agung Kota Batam dan dagingnya akan dibagikan pada masyarakat di pesisir," kata dia.
Bila dibanding 2011, jumlah hewan kurban di Batam mengalami penurunan. Pada tahun lalu jumlah hewan kurban mencapai 3.919 ekor, terdiri dari 955 sapi dan 2.964 kambing.
Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mencatat seluruh hewan kurban yang disembelih didatangkan dari Jawa, Bali, dan Sumatra karena di Batam tidak diperbolehkan memelihara hewan ternak.
"Saat masuk, Balai Karantina sudah melakukan pengecekan. Sebelum penyembelihan, kami juga melakukan pengecekan ulang," kata Kabid Peternakan Dinas KP2K Batam, Sri Yunelli.
Pada pengecekan yang dilakukan, kata dia, tidak ditemukan hewan yang terserang penyakit yang membahayakan.
"Tidak ada hewan yang terserang penyakit. Yang ada hanya hewan yang kurang sehat karena didatangkan dari tempat yang jauh. Itupun hanya beberapa saja," kata dia. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
