
Puluhan Bocah Terhimpit di Pelabuhan Sekupang

Batam (ANTARA Kepri) - Puluhan bocah terhimpit dan menangis setelah terjadi dorong mendorong saat hendak naik kapal MV Miko Natalia dari Pelabuhan Domestik Sekupang Batam, tujuan Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu sore.
Anak-anak terhimpit oleh ratusan penumpang dewasa yang berebut hendak masuk ke kapal terakhir tujuan Tanjung Balai Karimun tersebut.
"Anak-anak terjepit, tolong beri ruang buat anak-anak," teriak seorang polisi, Bambang yang berupaya menolong anak-anak yang terjepit.
Penumpang makin panik setelah menyadari bahwa ponton pelabuhan tersebut miring dan terus bergerak akibat banyaknya penumpang yang berada pada satu sisi untuk masuk ke atas kapal.
"Jangan panik, bagi penumpang yang tidak berangkat silakan keluar dari ponton dengan hati-hati," ucap seorang petugas, Bambang.
Meski terjadi desak-desakan dan sedikit keributan antara penumpang dan petugas kapal, namun Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Erwin Safrizal yang turun ke ponton tidak berbuat banyak.
Walaupun penumpang sudah naik ke atas kapal dan puluhan lainnya berada pada bagian depan kapal namun tidak ada upaya untuk menertibkan penumpang tersebut.
Akhirnya, kapal diizinkan berlayar meski jumlah penumpang yang diangkut melebihi kapasitas yang seharusnya.
"Kapasitas sebenarnya 330 penumpang," kata dia singkat sambil berlalu.
Sementara pihak MV Miko Natalia mengatakan, banyak penumpang yang tidak membeli tiket sehingga kapal penuh.
"Ini kapal yang berlayar terakhir, banyak yang tidak beli tiket," kata Aming.
Ia mengatakan tidak bisa berbuat banyak karena semua penumpang ingin naik ke kapal tersebut.
Beberapa penumpang menyalahkan pihak MV Miko Natalia yang menjual tiket melebihi kapasitas kapal terakhir.
"Harusnya pihak Miko Natalia tidak menjual tiket lebih banyak dibanding kapasitas. Kalau begini, manajemen harus bertanggungjawab," kata Riko, seorang penumpang yang memilih membatalkan rencananya pulang ke Karimun.
Ia bersama puluhan penumpang lain sempat berniat menuntut pihak Miko Natalia, namun gerai yang menjual tiket Miko Natalia di pelabuhan tersebut sudah tutup.
Beberapa calon penumpang juga nampak menyalahkan pihak pelabuhan yang membiarkan keadaan tersebut terjadi.
Seorang penumpang di dalam kapal mengatakan, kapal sangat penuh sesak. Sebagian penumpang tidak kebagian tempat duduk dan harus berdiri. Sementara sebagian lain berada di atas kapal yang biasanya digunakan sebagai tempat barang-barang penumpang.
"Kapalnya penuh, seperti mau pingsan rasanya," kata Yani.
Sebelum mengangkut penumpang dengan tujuan Tanjung Balai Karimun, kapal tersebut juga terlihat penuh sesak dengan penumpang saat tiba di pelabuhan Domestik Sekupang. Penumpang juga nampak pada bagian atas kapal yang sangat membahayakan. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
