Bappeda Karimun Minta SKPD Siapkan Renstra MDG's

id Bappeda, Karimun,SKPD,Renstra,program,MDG's,millenium,development,goals,kerja,strategis

Karimun (ANTARA Kepri) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah terkait agar menyusun rencana strategis untuk mewujudkan percepatan pencapaian "Millenium Development Goals" (MDG's) tahun 2012-2016.

"Rencana strategis (renstra) yang dibuat seluruh SKPD yang mengikuti orientasi beberapa waktu lalu, akan kita jadikan kerangka acuan dalam menyusun program percepatan pencapaian MDG's 2012-2016," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karimun TS Arif Fadillah di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Menurut Arif Fadillah renstra tersebut disusun berbentuk matrix yang menggambarkan program prioritas masing-masing SKPD dalam mencapai sasaran pembangunan milenium yang meliputi delapan program.

program tersebut, yaitu penanggulangan kemiskinan, perluasan pendidikan, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesejahteraan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya, memastikan kelestarian lingkungan hidup dan membangun kemitraan global untuk pembangunan.

"Kemarin tim dari sekretariat MDG's pusat telah memberikan penjelasan apa saja program MDG's itu. Program-program itu dituangkan dalam sebuah matrix yang pada kolom keterangannya diberi penjelasan sehingga akan ada plafon khusus dalam mengukur tingkat pencapaiannya," katanya.

Renstra tersebut, kata dia, juga bertujuan untuk memberikan arah agar tindak terjadi tumpang tindih dengan program lain, seperti program pengentasan kemiskinan dan program umum lain yang cukup banyak dilaksanakan pemerintah daerah.

"Kami maunya ada evaluasi secara berkala, sama dengan program pengentasan kemiskinan. Penyusunan renstra ini juga bertujuan agar terjadi sinkronisasi antara program pemerintah pusat maupun provinsi," kata dia.

Dia juga mengatakan renstra yang telah dibuat akan dipaparkan kepada Bupati untuk selanjutnya dilaksanakan dalam bentuk program kepada warga masyarakat.

"MDG's ini seolah-olah terbaikan meski secara tidak langsung sudah diterapkan dalam berbagai program pembangunan. Karena kami maunya pelaksanaannya benar-benar terukur. Karena kalau tidak seperti itu kita selalu lupa akibatnya terlalu pekerjaan cukup padat," tuturnya.

Dia berharap data yang dimiliki setiap SKPD dituangkan dalam renstra yang disertai dengan penjelasan dan kendala yang dihadapi di lapangan.

"Sekarang kami memasuki tahap pelaporan, data yang diberikan SKPD kami himpun, misalnya tentang jumlah anak yang bersekolah atau pelayanan kesehatan melalui dokter keluarga dan lainnya," tambahnya. (ANTARA)

Editor: Zita Meirina
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar