
Ribuan Buruh Kawal Pembahasan UMK Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Ribuan buruh dari beberapa serikat pekerja mengawal pembahasan terakhir Upah Minimum Kota Batam, Senin.
Ribuan pekerja duduk di halaman dalam dan luar Gedung Pemuda dan Olahraga Batam tempat pembahasan UMK.
"Kami memastikan pembahasan sesuai dengan tuntutan," kata pekerja, Ali.
Pekerja menuntut UMK sama dengan KHL survei regresi Rp2,1 juta.
Pembahasan KHL keenam dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan diikuti Dewan Pengupahan Kota yang terdiri dari perwakilan pekerja, pengusaha dan pemerintah.
Sebelumnya, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan memastikan nilai Upah Minimum Kota 2013 sama dengan biaya Kebutuhan Hidup Layak yang ditetapkan Dewan Pengupahan Kota.
"UMK sama dengan KHL, itu ketetapannya," kata Wali Kota di Batam, Minggu.
Angka KHL akan ditetapkan Senin (19/11).
Menurut Wali Kota, ada tiga angka KHL yang menjadi perdebatan dalam rapat terakhir, yaitu angka perhitungan pengusaha Rp1,7 juta, hasil KHL Oktober 2012 Rp1,9 juta dan KHL regresi sekitar Rp2,1 juta.
"Besok main di tiga angka itu, besok disepakati," kata Wali Kota.
Jika mengacu pada tiga angka yang berkembang, Wali Kota mengatakan lebih condong pada nilai KHL Rp1,9 juta. Artinya UMK Batam 2013 sebesar Rp1,9 juta. Namun, ia menyerahkan keputusan pada hasil perundingan.
Lebih bagus berpedoman pada KHL terakhir," kata dia.
Wali Kota juga meminta Dewan Pengupahan untuk mempertimbangkan angka KHL regresi Rp2,1 juta.
"Apapun, kami menghormati rapat tripartit," kata dia.
Mengenai proses rapat terakhir UMK Senin, Wali Kota meminta pekerja dan pengusaha sama-sama menahan diri demi kondusifvtas perekonomian.
"Saya harap enggak usah rusuh. Kalau rusuh, rambu lalu lintas rusak, pos polisi rusak, kasihan masyarakat juga," kata dia. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
