
PLN Kembangkan Energi Primer Minimalkan Krisis Listrik

Batam (ANTARA Kepri) - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Nur Pamudji meminta seluruh cabang PLN mengembangkan energi primer untuk meminimalkan krisis energi.
"Anekaragamkan energi primer agar krisis listrik kecil," kata Dirut PLN di Batam, Kamis.
Ia meminta cabang PLN di seluruh Indonesia tidak bergantung hanya pada satu bahan bakar, melainkan menyiapkan energi primer lainnya.
Energi primer, kata dia, harus disiapkan untuk mengantisipasi bila kendala mendapatkan pasokan bahan bakar utama.
Seperti yang terjadi pada Batam beberapa waktu lalu, kata dia mencontohkan. Pasokan gas PT Pelayanan Listrik Nasional Bright Batam diinterupsi oleh pemeliharaan pipa, sehingga pembangkit listrik kekurangan energi. Akibatnya, pemadaman listrik bergilir.
"Batam pernah 'shortage' gas, karena tergantung pada gas," kata dia.
Jika saja PLN Batam kala itu memiliki pembangkit listrik lain dengan energi primer, maka kondisi kekurangan gas bisa diantisipasi dengan memakai energi alternatif. Krisis listrik pun terhindarkan.
Nur memuji langkah anak perusahaan PLN (Persero) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Kasam di Batam.
PLTU Tanjung Kasam diharapkan dapat memasok banyak listrik berdampingan dengan beberapa PLTG di Batam.
"Dulu ketergantungan pada gas, sekarang ada Batu Bara," kata dia.
Apalagi, Nur menilai limbah PLTU Tanjung Kasam sangat minim.
"Tanjung Kasam cerobongnya bersih, lebih bersih dibanding cerobong industri," kata dia.
Selama ini, kata dia, orang menilai batu bara menimbulkan pencemaran. Padahal, jika dikendalikan baik seperti PLTU Tanjung Kasam, maka udara bersih. Tidak ada limbah.
"Kalau syarat-syarat terpenuhi, jadi 'clean'," kata dia.
Dirut juga meminta cabang-cabang PLN untuk menggunakan PLTU dengan memenuhi syarat-syarat, agar tidak menimbulkan pencemaran.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
