
Korea Siap Kucurkan Modal Pengembangan Bisnis Rekind

Batam (ANTARA Kepri) - Perusahaan Korea siap mengucurkan modal untuk pengembangan bisnis PT Rekayasa Industri dalam pemanfaatan energi panas bumi.
"Perusahaan Korea mengajak kami menggarap panas bumi di Indonesia," kata GM Bisnis dan Pemasaran Geothermal PT Rekayasa Industri M. Manthovani Nodi di Batam, Jumat.
Ia mengatakan ada dua pola yang dapat melibatkan perusahaan Korea dalam proyek-proyek Rekayasa Industri, yaitu sebagai project finance atau prioject finance sekaligus memiliki wilayah kerja panas bumi. Rekayasa Industri masih mempelajari kemungkinan kerja sama itu.
Menurut dia, perusahaan Korea amat tertarik pada pengembangan energi panas bumi Indonesia karena potensinya yang besar. "Karena Indonesia 'ring of fire', banyak kandungan panas bumi untuk dibuat jadi listrik," kata dia.
Di Indonesia, terdapat banyak gunung berapi yang dapat dimanfaatkan sebagai energi panas bumi.
Menurut dia, kandungan panas bumi Indonesia mencapai 27.000 megawatt (MW) atau setara 40 persen cadangan dunia. Dari potensi sebesar itu, baru sekitar 1.200 MW yang termanfaatkan dan 700 megawatt di antaranya oleh Rekayasa Industri.
"Panas bumi yang termanfaatkan baru sekitar tiga sampai empat persen," kata dia.
Ia mengatakan energi panas bumi tidak mudah dan butuh biaya besar, sehingga diperlukan penanam modal dengan dana banyak.
Untuk mendapatkan energi panas bumi, diperlukan analisa dengan pengeboran untuk mengetahui kandungan panas bumi.
"Harus dianalisa, apa ada kandungan panas bumi, lalu di-'drilling'. Itu juga belum tentu ada. 'High risk'," kata dia.
Potensinya energi panas bumi tersebar di seluruh kepulauan nusantara, terutama daerah yang dilalui oleh jalur tersebut gunung berapi sepertyi Sumateram Jawam Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Bali.
Ia mengatakan energi panas bumi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menyukseskan program pemerintah untuk mengalirkan listrik ke seluruh Indonesia.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
