Logo Header Antaranews Kepri

232 Jurnalis Palestina gugur sejak awal agresi Israel Oktober 2023

Kamis, 31 Juli 2025 14:25 WIB
Image Print
Sejumlah wartawan melakukan aksi protes terhadap serangan Israel kepada jurnalis Palestina di luar sebuah rumah sakit di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza bagian tengah (8/1/2025). Sejak dimulainya konflik Gaza, lebih dari 200 jurnalis dan pekerja media telah tewas di Gaza, sementara menurut otoritas kesehatan yang berpusat di Gaza, serangan Israel juga telah menewaskan 45.936 orang dan melukai 109.274 lainnya di daerah kantong Palestina tersebut. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/tom.

Kantor Media Pemerintah di Gaza, pada Ahad (27/7),  melaporkan hanya 73 truk bantuan kemanusiaan yang berhasil memasuki Jalur Gaza, Palestina, dalam 24 jam terakhir di tengah kelaparan yang semakin meluas akibat blokade Israel yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Dalam pernyataannya, kantor tersebut menyatakan krisis kemanusiaan telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan sedikitnya 133 orang – termasuk 87 anak-anak – meninggal dunia karena kelaparan sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap rakyat Palestina di wilayah kantong yang hancur lebur akibat kebiadaban militer Zionis itu.

Kantor tersebut menuduh Israel sengaja menciptakan kekacauan dan kelaparan di wilayah Gaza.

"Kelaparan menyebar dengan sangat cepat dan kini berdampak pada seluruh populasi Gaza, termasuk 1,1 juta anak-anak," tulis pernyataan tersebut.

Meskipun sejumlah negara dan organisasi internasional telah mengumumkan rencana pengiriman ratusan truk bantuan ke Gaza, hanya 73 truk yang benar-benar tiba. Sebagian di antaranya, menurut pernyataan itu, mengalami penjarahan atau terhalang di bawah pengawasan ketat Israel.

Kantor media itu juga melaporkan terdapat tiga pengiriman bantuan melalui udara, namun total muatan ketiganya hanya setara dengan dua truk bantuan.

Bantuan udara tersebut justru mendarat di "zona merah", yaitu area pertempuran aktif yang telah ditandai di peta militer Israel, di mana warga sipil tidak bisa mengambil bantuan secara aman.

"Yang terjadi saat ini adalah sebuah lelucon," lanjut pernyataan itu, seraya menuding komunitas internasional turut berperan melalui "janji-janji palsu" dan "informasi menyesatkan" yang berasal dari negara-negara besar seperti AS.

Pihak Gaza kembali menyerukan agar semua penyeberangan perbatasan dibuka tanpa syarat, serta menuntut masuknya makanan, air bersih, dan susu formula bayi.

Otoritas Palestina menyatakan Gaza membutuhkan sedikitnya 600 truk bantuan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan 2,4 juta penduduk.

Di hari yang sama, Israel mengumumkan rencana jeda pertempuran secara lokal dan sementara untuk memungkinkan pengiriman bantuan melalui koridor aman yang telah ditentukan, setelah puluhan warga Palestina tewas akibat kelaparan di wilayah yang diblokade itu.

Sementara itu, Yordania menyampaikan pihaknya telah melakukan tiga kali pengiriman bantuan udara ke Gaza bekerja sama dengan Uni Emirat Arab.

Krisis kelaparan di Gaza kini berkembang menjadi bencana kemanusiaan.

Rekaman yang beredar menunjukkan warga dalam kondisi sangat kurus, beberapa di antaranya hanya tinggal kulit dan tulang, jatuh pingsan akibat kelelahan, dehidrasi, dan kelaparan berkepanjangan.

Israel telah memberlakukan blokade atas Gaza selama 18 tahun, dan sejak 2 Maret 2024, seluruh jalur penyeberangan ditutup sepenuhnya. Tindakan rezim Zionis yang didukung AS ini telah memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Baca juga: Mesir dan Amerika kembali bahas upaya gencatan senjata untuk Gaza

Baca juga: Palestina sambut baik rencana Inggris untuk akui Negara Palestina

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 232 Jurnalis gugur di Gaza sejak awal agresi Oktober 2023

Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026