
Anggaran Pendidikan Kepri Tidak Capai 20 Persen

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Horman Hutapea menyatakan, anggaran untuk sektor pendidikan pada tahun 2013 tidak dapat mencapai 20 persen, karena pemerintah harus mengalokasikan untuk kegiatan lainnya.
"Tidak mungkin persentase anggaran untuk sektor pendidikan murni mencapai 20 persen. Jika dipaksakan 20 persen, program pembangunan lainnya tidak dapat dilaksanakan," kata Horman Hutapea yang dihubungi dari Tanjungpinang, Kamis.
Hutapea mengemukakan, anggaran untuk pendidikan di Kepri dapat dibantu dengan adanya anggaran dari pusat, salah satunya bantuan operasional sekolah. Jika diakumulasikan, anggaran dari pusat dengan anggaran pendidikan dari daerah, maka alokasi anggaran untuk sektor pendidikan mencapai 20 persen.
Selain anggaran pendidikan, tim anggaran pemerintah daerah dan DPRD Kepri juga membahas anggaran untuk sektor kesehatan sekitar 10 persen, gaji PNS dan pegawai tidak tetap sebesar 40 persen, hibah 10 persen, administrasi dan operasional kegiatan 10 persen, serta sisanya untuk infrastruktur.
Anggaran untuk infrastruktur yang dialokasikan sekarang dinilai masih kecil. Jika anggaran pendidikan diperbesar, maka pembangunan perkantoran akan terhambat.
"Jika anggaran pendidikan mencapai 20 persen, maka sisa anggaran untuk infrastruktur hanya sedikit. Itu tidak mungkin direalisasikan, mengingat Kepri masih terus mengembangkan pembangunan di berbagai daerah, termasuk pusat Pemerintahan Kepri di Dompak, Tanjungpinang," ujarnya yang juga anggota Komisi III DPRD Kepri.
Ia mengungkapkan, Ranperda APBD Kepri tahun 2013 masih dibahas di tingkat komisi. Anggaran tahun 2013 kemungkinan disahkan dalam waktu dekat.
"Nilai anggaran daerah tahun 2013 sebesar Rp2,4 triliun," katanya.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
