
Kapolda Kepri: Jangan Abaikan Bahaya Terorisme

Karimun (ANTARA Kepri) - Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Yotje Mende mengingatkan jajarannya jangan mengabaikan bahaya terorisme meski belum mendeteksi ancaman tersebut menjelang perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.
"Ancaman terorisme sementara ini tidak ada. Namun demikian, kita tidak boleh 'under estimate', lebih baik 'over' dari pada 'under' yan membuat kita mengabaikan bahaya tersebut selama perayaan Natal dan tahun baru," katanya seusai rapat koordinasi Operasi Lilin Seligi di rumah dinas Bupati Karimun, Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Yotje Mende mengatakan telah menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai dan meningkatkan kesiagaan terhadap teror bom terutama saat misa Natal.
"Kita belajar dari pengalaman, salah satunya teror bom di Solo. Ketika itu, satu gereja besar mendapat pengawalan ketat sehingga teroris mengalihkan sasarannya pada gereja lebih kecil yang tidak mendapatkan pengawalan polisi. Akhirnya terjadi ledakan. Hal inilah yang harus diwaspadai jangan sampai kita lengah ketika situasi dan kondisi yang cukup kondusif," tuturnya.
Selain mengerahkan personel pengamanan terbuka di gereja-gereja, ia juga telah menyiapkan Tim Penjinak Bom (Jibom) yang ditugaskan untuk melakukan penyisiran atau sterilisasi di gereja sebelum pelaksanaan misa Natal.
"Di Karimun kita kerahkan lima personel Unit Jibom yang bertugas mensterilkan gereja setidaknya satu jam sebelum misa Natal dimulai," kata dia.
Menurut dia, aparat kepolisian berkewajiban untuk melakukan pengamanan maksimal meski tidak ada permintaan dari pihak gereja.
"Ada atau tidak permintaan pengamanan, polisi harus tetap menjalankan tugasnya, tidak hanya mengantisipasi teror bom, tetapi juga mencegah upaya yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah selama Natal," ujarnya.
Dia juga mengatakan pengamaman tertutup juga digelar secara intensif yang bertujuan mendeteksi dini ancaman terorisme, baik di gereja maupun objek vital dan pusat-pusat keramaian.
"Untuk pengamanan terbuka juga kita koordinasikan dengan instansi terkait sehingga situasi keamanan dan ketertiban makin mantap dan terkendali," katanya.
Mengenai jumlah personel, Kapolda mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak 2.112 personel atau duapertiga dari kekuatan Polda Kepri.
"Untuk Karimun sebanyak 150 personel, sedangkan personel yang dikerahkan se-Kepri 2.112 orang. Sedangkan titik-titik rawan yang menjadi fokus pengamanan itu ada di gereja dan tempat-tempat perayaan tahun baru, untuk Batam seperti di Batam Centre, Ocarina atau Nagoya," tambahnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono mengatakan fokus pengamanan juga selama Natal dilakukan pada 35 gereja, sejumlah pelabuhan, pusat keramaian dan objek wisata.
"Target operasi adalah menjaga kelancaran perayaan Natal dan tahun baru, menurunkan angka kriminal, kecelakaan lalulintas dan mencegah aksi terorisme," kata dia.
Kapolres mengatakan pihaknya juga menggelar operasi tertutup untuk mendeteksi dini ancaman terorisme. Kemudian, operasi terbuka dengan menugaskan sejumlah polisi di 35 gereja.
"Petugas juga akan melakukan patroli untuk menyiasati kekurangan personel," tambahnya. (ANTARA)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
