Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Karimun Tidak Melaut Akibat Kesulitan Solar

Minggu, 6 Januari 2013 22:00 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan kalangan nelayan tradisional dengan kapal berbobot di bawah 2 gross tonage (GT) banyak yang tidak melaut karena kesulitan mendapatkan solar.

"Banyak nelayan tradisional tidak melaut dan memilih mencari pekerjaan lain karena rumitnya prosedur pembelian solar di SPBB (stasiun pengisian bahan bakar terapung)," kata Ketua KTNA Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Amirullah mengatakan pihak SPBB mensyaratkan dokumen dan perizinan kapal serta surat izin berlayar (SIB) bagi kapal-kapal nelayan saat membeli solar.

"Prosedur seperti ini sangat menyulitkan karena kebanyakan nelayan tradisional tidak mengantongi dokumen yang diminta. Akibatnya, mereka tidak dapat menangkap ikan sehingga terpaksa membeli solar nonsubsidi yang harganya lebih mahal," katanya.

Menurut dia, kewajiban agar nelayan menunjukkan dokumen kapal saat membeli solar di SPBB diberlakukan terhitung November 2012.

"Nelayan banyak yang mengadu karena prosedur itu sulit mereka penuhi, apalagi harus mengurus SIB yang tentunya mengeluarkan biaya untuk mengurusnya," ujarnya.

Dia juga mengatakan telah meminta kepada Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mengeluarkan rekomendasi pembelian solar untuk nelayan tradisional. Namun, pihak Dinas Perikanan juga meminta dokumen dan perizinan sebagai syarat pemberian rekomendasi.

"Nelayan bukan tidak mau mengurus dokumen yang diminta, tetapi berikan mereka waktu untuk melengkapinya. Sambil menunggu dokumen selesai, izinkan mereka membeli solar karena mereka harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," katanya.

Keluhan nelayan tersebut, menurut dia, sudah disampaikan langsung kepada Ketua DPRD Karimun beberapa waktu lalu. Namun, sampai saat ini belum ada upaya penyelesaian dari dewan sebagai tempat masyarakat mengadu.

"Kami meminta dewan memanggil seluruh pihak terkait, termasuk syahbandar untuk membahas masalah ini. Pada prinsipnya, kami berharap agar nelayan bisa mencari nafkah lagi," katanya.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026