
Pasokan Lele Batam Terhenti Akibat Budidaya Gagal

Batam (ANTARA Kepri) - Pasokan lele di sejumlah pasar Kota Batam Kepulauan Riau terhenti, akibat budidaya jenis mata dagangan itu gagal.
"Pasokan lele ada kendala karena ada sejumlah budidaya yang gagal," kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Suhartini, Rabu.
Ia mengatakan, budidaya gagal karena cuaca yang buruk. Hujan dan angin kencang yang terus mengguyur Batam sejak pergantian tahun membuat bibit lele mati, sehingga tidak bisa berkembang biak.
Selain itu, budidaya lele di kota industri itu juga terkendala harga pakan yang terus merangkak naik sejak sepekan terakhir. Saat ini pakan lele dijual Rp8.500 per kg, naik dibanding sebelumnya, Rp7.000 per kg.
Suhartini mengatakan, pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk menyelesaikan masalah itu, karena kendala alam.
"Kegagalan itu karena kendala alam," kata dia.
Pemerintah juga tidak bisa menyiapkan pakan sendiri untuk mengantisipasi harga pakan pabrikan yang naik.
"Kalau buat pakan ikan juga, tidak terlalu menolong, karena lebih bagus pabrikan," kata dia.
Di tempat terpisah, pedagang lele Pasar Mega Legenda, Hafis, mengatakan sudah sepekan pasokan lele dari peternak terhenti.
Biasanya, kata dia, peternak memasok 50 kg lele kepada tiap pedagang setiap harinya.
"Pasokan lele sudah seminggu tidak masuk. Kalau ada pun pernah hanya dapat 20 kg per pedagang. Padahal biasanya 50 kg per pedagang," kata dia.
Akibat pasokan yang sulit, harga lele pun naik dari Rp18.000 per kg menjadi Rp24.000 per kg.
Selain di Pasar Legenda, pasokan lele di Pasar Tos 3.000 juga terhenti sejak sekitar sepekan lalu.
Di Batam terdapat 4.000 kolam budidaya lele yang dikelola sekitar 200 orang peternak.
Berdasarkan catatan Dinas KP2K, Batam membutuhkan sekitar 240 ton pasokan lele tiap bulan. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
